Ahok tegaskan tak akan ajukan gugatan Pilkada DKI ke MK

Rabu, 19 April 2017 | 21:43 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan wakilnya Djarot Saiful Hidayat kalah di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017 putaran kedua dari pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) berbagai lembaga survei

Kendati belum resmi diumumkan oleh KPU, akan tetapi Basuki mengatakan jika pihaknya tidak akan melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Saya kira tidak ada niat gugat ya. Kalau memang sudah kayak gitu ya sudah, saya kira," kata Ahok di Kantor DPP Partai Nasdem, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (19/4/2017).

Adapun temuan-temuan kecurangan dan intimidasi yang laporannya diterima tim sukses, Basuki menyerahkan sepenuhnya kepada tim. Dengan demikian keputusan akan melayangakan gugatan ke MK itu pun akan didiskusikan terlebih dahulu sebagai hasilnya. "Saya tidak tahu, nanti urusan timses, saya belum ketemu timses," katanya.

Kepada pasangan terpilih versi hitung cepat itu sendiri, Basuki mengaku terbuka. Siapa pun, katanya, saat ini bisa mengetahui apapun tentang DKI dengan mudah. Mulai dari rapat yang diunggah ke Youtube, semua data infrastruktur dan keuangan, e-budgeting ditelusuri, tidak ada transaksi tunai pun sudah dilakukan.

"Jadi sekarang semua beda. Kalau mau tahu Jakarta bisa ke smart city," pungkasnya. kbc10

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: