Kadin Jatim konkritkan sinergi ekonomi dengan NU

Kamis, 20 April 2017 | 19:30 WIB ET
Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti
Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jatim mengkonkritkan sinergi penguatan ekonomi umat.  Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti pun menggelar pertemuan dengan Wakil Ketua Tanfidziyah PW NU Jatim Dr Maruf Syah di kantor Kadin Jatim, Kamis (20/4). Pertemuan ini menindaklanjuti kunjungan La Nyalla ke Ketua PWNU Jatim KH Hasan Mutawakil Alallah Selasa lalu (18/4/17).

"Pada tahap awal, action plan-nya kami kongkritkan dengan kerjasama pengelolaan dan pengembangan BPR Syariah. Sementara satu BPR Syariah. Mudah-mudahan nantinya terus berkembang, termasuk sektor-sektor ekonomi keummatan lainnya,” kata La Nyalla di sela pertemuan dengan Tim PW NU di Kantor Kadin Jatim.

Pengembangan ekonomi keummatan, kata La Nyalla,  adalah tanggung-jawab bersama semua stakeholder, termasuk para pengusaha yang tergabung dalam Kadin Jatim. “Kadin Jatim membantu pemerintah untuk mengurangi tingkat kemiskinan melalui pengembangan ekonomi umat bersama banyak pihak, termasuk dengan PW NU Jatim. Jadi kunjungan kami ke PW NU sebelumnya tidak terkait dengan apapun kecuali untuk kepentingan ummat.”

Menurut La Nyalla, Jatim punya potensi besar di bidang ekonomi. Potensi itu ke depan perlu didorong untuk lebih memberi ruang bagi umat, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah itulah yang selama ini telah dilakukan Kadin Jatim, di mana para pengurus dan anggotanya aktif membina dan mengembankan UMKM.

"Inilah saatnya bagi semua kalangan di Jatim untuk bersama-sama meningkatkan kapasitas UMKM, sehingga tidak hanya pengusaha yang sudah besar saja yang berkembang, tapi juga rakyat kecil. Ini penting agar ketimpangan tidak meningkat. Dan hal itu butuh sinergi banyak pihak, termasuk dengan Nahdlatul Ulama," kata La Nyalla yang selalu menyatakan optimistis, dengan sinergi banyak pihak, ekonomi Jatim akan tumbuh secara berkeadilan dan merata.

Sementara itu, Dr Maruf Syah mengatakan, ekonomi nasional maupun ekonomi Jatim selalu tumbuh baik - tapi tidak merata sehingga hanya kelompok masyarakat tertentu yang menikmati hasil pembangunan. PWNU Jatim mencoba membangun ekonomi ummat agar ketimpangan ekonomi masyarakat bisa terus berkurang.

"Pembangunan ekonomi ummat menjadi concern PWNU Jatim melalui sektor-sektor formal maupun informal. Semoga kerjasama dengan Kadin Jatim bisa memberikan berkah bagi banyak ummat melalui pembiayaan BPR Syariah. Ke depan akan dikembangkan melalui pembinaan ekonomi keummatan sektor lainnya," kata Maruf yang juga doktor hukum bidang keuangan syariah tersebut. kbc9

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: