Minuman kesehatan kian menjanjikan, Jamu Iboe gencar 'jualan' di mal

Jum'at, 21 April 2017 | 07:52 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Terus meningkatnya minat masyarakat terhadap produk jenis minuman kesehatan mendasari PT Jamu Iboe Jaya untuk terus melakukan penetrasi pasar, salah satunya dengan membuka outlet serta even di pusat-pusat perbelanjaan alias mal.

Seperti yang terlihat pada gelaran Festival Kartini 2017 yang digelar Indonesian Heritage di Grand City Mal Surabaya pada 20-24 April 2017. Jamu Iboe ikut terlibat dalam acara yang dibuka secara resmi oleh Ny Ummu Fatma Saifullah Yusuf.

Direktur Utama PT Jamu Iboe Jaya, Stephen Walla mengatakan, dalam tiga tahun terakhir ini, produk minuman kesehatan dari perusahaan yang berbasis di Jawa Timur itu terus berkembang. Jika sebelumnya, hanya berkontribusi 5% dari total penjualan, kini naik menjadi 25%.

“Pangsa pasar minuman kesehatan belakangan terus tumbuh. Hal ini karena produk minuman kesehatan kami sudah diterima masyarakat dari segala usia. Dengan rasa dan kemasan yang kekinian, mulai banyak digemari anak muda,” ujarnya di sela pembukaan Festival Kartini 2017, Kamis (20/4/2017).

Dikatakannya, saat ini ada sejumlah produk minuman kesehatan dari Jamu Iboe yang sudah beredar di pasaran. Di antaranya, jahe, temulawak, rosela, dan beras kencur. Yang terbaru ada aloevera , alang-alang, dan kulit manggis.

Dengan kenyataan itu, pihaknya juga terus memperluas jaringan penjualan melalui outlet Herbal Bar. Outlet dengan konsep kios ini saat ini banyak bertebaran di mal-mal dan pusat keramaian mulai dari Surabaya, Bali, Solo, Jakarta, dan Medan.

"Salah satunya melalui even Festival Kartini 2017 ini, kami ingin menunjukkan bahwa produk herbal dan jamu bisa dikonsumsi dengan gaya dan rasa baru," jelas Stephen.

Sementara itu terkait pasar jamu secara keseluruhan, Stephen menyebut tahun ini diprediksi akan lebih baik dibanding tahun lalu. Jika pertumbuhan industri dan pasar jamu nasional tahun lalu sekitar 10%, tahun ini diprediksi di atas angka itu.

"Banyak indikator yang memengaruhi, seperti digalakkannya proyek infrastruktur. Sehingga akan mendorong peningkatan daya beli masyarakat," tutur Stephen.

Selain infrastruktur, pertumbuhan industri jamu juga didorong oleh meningkatnya pemahaman masyarakat akan back to nature atau kembali ke alam, sehingga minat untuk mengonsumsi minuman herbal juga terus meningkat.

Filosofi Kartini

Product Group Manager Jamu Iboe, Perry Anglishartono mengatakan, Jamu Iboe berpartisipasi di Festival Kartini karena ingin mengangkat sosok Ibu Kartini yang selalu gigih berjuang untuk tumbuh berkembang menjadi sosok wanita yang lebih pandai dalam segala hal sehingga bisa lebih berguna untuk keluarga & masyarakat.

"Konsep ini sangat sesuai dengan filosofi brand Jamu Iboe. Peran seorang ibu di dalam keluarga adalah peran wanita yang sangat pokok dan berperan dalam memperhatikan banyak kepentingan keluarga, dimana salah satu yang paling penting dan utama adalah masalah kesehatan keluarga. Jamu Iboe yang telah berusia 106 tahun terus tumbuh berkembang dengan continuous improvement dan pengembangan inovasi untuk memenuhi kebutuhan healthy lifestyle masyarakat di era modern ini," jelasnya. kbc7

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: