Biar startup sukses, ini yang dilakukan Badan Ekonomi Kreatif

Kamis, 27 April 2017 | 12:51 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Keberhasilan bisnis rintisan (startup) sebaiknya tidak hanya dihitung atas angka-angka saja, mengingat bisnis startup melibatkan banyak elemen yang saling terkait.

"Kalau secara global, secara internasional ada angka sekitar 10% dari total bisnis startup yang sukses, dan itu angka ideal. Tapi untuk Indonesia belum sampai pada angka itu," terang Fadjar Hutomo Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BeKraf).

Di Indonesia, lanjut Fadjar, keberhasilan pelaku bisnis startup hingga hari ini memang masih dibawah angka 10%. "Di kisaran angka 5% dari seluruh pelaku bisnis startup yang ada, memang bisa dibilang sukses," kata Fadjar.

Tetapi, keberhasilan pada bisnis ini, lanjut Fadjar tidak bisa hanya dihitung dengan angka saja. Berhubung hanya di kisaran 5%, bukan berarti kemudian bisnis startup di Indonesia gagal dan tidak berjalan sesuai harapan.

Ada banyak elemen untuk mengukur keberhasilan bisnis startup. Dan elemen-elemen tersebut saling terkait dan berhubungan antara satu elemen dengan elemen lainnya. "Kalau modal sudah ada, bisnis atau usaha sudah berjalan, tapi bagaimana dengan pasar? Kalau pasar belum siap, tapi bisnis kemudian tidak berjalan dan modal habis, jangan kemudian menyalahkan pasar. Tidak bisa seperti itu," kata Fadjar.

Lalu Fadjar mencontohkan, bahwa masyarakat saat ini hampir bisa dipastikan menjadi konsumen usaha kreatif. Fashion misalnya, saat ini berkembang pesat di masyarakat, dan itu menjadikan masyarakat akhirnya punya banyak pilihan.

Kalau kemudian pelaku bisnis startup khususnya bidang fashion tidak dapat melihat peluang itu dalam kaitannya dengan pasar yang besar ditengah maayarakat, dapat dipastikan ada yang keliru dengan proses yang dijalankan.

"Oleh karena itu, hingga hari ini kami terus melakukan sosialisasi dan menjaring potensi pelaku usaha ekonomi kreatif di berbagai sektor. Ini penting terus dilakukan, agar pelaku bisnis kreatif dengan startupnya bisa sukses," papar Fadjar.

Untuk itu Rabu (26/4/2017) Badan Ekonomi Kreatif Indonesia hadir di Surabaya untuk melakukan roadshow kompetisi serta konferensi Food Startup Indonesia setelah sebelumnya hadir di Makassar, Lombok dan Medan.

Menurut Fadjar kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi ajang bertemunya para pelaku bisnis startup dan pelaku usaha eKonomi kreatif bersama dengan Bekraf.

"Kami terus memberikan pendampingan dan sosialisasi terus menerus agar masyarakat lebih memahami bagaimana menjalankan bisnis startup dan dapat berjalan sukses sesuai dengan harapan," pungkas Fadjar Hutomo. kbc9

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: