Atasi masalah boiler pada pembangkit, PJB datangkan ahli dari Kanada

Kamis, 27 April 2017 | 18:44 WIB ET
(ilustrasi)
(ilustrasi)

SURABAYA, kabarbisnis.com: Penerapan teknologi boiler circulating fluidized bed (CFB) pada pembangkit di Indonesia masih menemui  masalah. Performance Equivalent Availability Factor (EAF) lebih dari 50 pembangkit pada  FTP 1 dan FTP2 yang menggunakan teknologi  tersebut  masih berkisar sekitar 56%. Sementara best practice di negara lain EAF bisa mencapai 85%.

Hal ini disebabkan karakteristik boiler CFB masih belum dipahami secara komprehensif. Teknologi CFB Boiler merupakan teknologi yang relatif baru dan dikembangkan sejak tahun 1985. Teknologi ini  memiliki karakter yang sangat berbeda dengan karakteristik boiler yang selama ini dikelola oleh  PLN. Sejumlah workshop dan kajian telah dilakukan namun belum mendapatkan hasil yang memuaskan.

PT Pembangkitan Jawa – Bali (PJB)  mendatangkan Professor Dr. Prabir Basu, Ph.D., P. Eng ahli CFB dari Department of Mechanical Engineering Dalhousie University, Kanada dalam Workshop Best Practice Boiler CFB yang diadakan tiga hari mulai Rabu (26/4/2017) hingga Jumat (28/4/2017) mendatang di Surabaya. Prabir Basu akan mengupas tuntas terkait desain serta  operation and maintenance (O&M) boiler CFB. Materi yang diberikan oleh Prabir Basu diharapkan memberikan pemahaman menyeluruh terkait aspek-aspek mendasar dari teknologi boiler CFB.

Workshop diikuti oleh perwakilan dari PLN, anak perusahaan PLN, dan unit pengelola pembangkit berteknologi CFB ini diharapkan bisa menelurkan sejumlah action plan untuk meningkatkan kinerja PLTU CFB di lingkungan PLN dan anak perusahaan. Di antaranya berupa standar tata kelola O&M pembangkit CFB.  

Peningkatan performance pembangkit dengan teknologi CFB di Indonesia merupakan peluang besar bagi PLN untuk meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya pokok produksi. Direktur Utama PT PJB Iwan Agung Firstantara mengatakan peningkatan keandalan pada pembangkit berteknologi boiler CFB yang saat ini rata-rata EAFnya hanya 56%  akan berdampak pada penurunan biaya pokok produksi.

Iwan mensimulasikan bila satu pembangkit CFB EAFnya bisa dinaikkan 25MW dan mengantikan penggunaan penggunaan pembangkit diesel, maka akan ada penghematan yang cukup banyak. Setidaknya per jam bisa dihemat Rp 1.800/kWh x 25MW.

Iwan mengungkapkan permasalahan boiler CFB sudah cukup lama dihadapi PLN Grup.  Namun hingga kini belum ada pembangkit  dengan boiler CFB di Indonesia yang bisa dipandang sebagai best practice dalam pola pengelolaan maupun  modifikasinya.  PT PJB kemudian berinisiatif mendatangkan ahli khusus dari Kanada yang membahas tuntas permasalahn yang ada bersama beberapa ahli dari tanah air dan para user boiler CFB.

“Workshop ini dirancang untuk menemukan best practice di bidang O&M  dan  engineering serta action plan  yang segera dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan yang ada,” kata Iwan Agung, Surabaya, Kamis (27/4/2017). Ia berharap agar selepas workshop bisa segera diwujudkan  satu atau dua pembangkit  berteknologi CFB boiler yang dapat dijadikan sebagai tempat benchmark.   

Kepala Divisi Enjiniring & Perencanaan Pengadaan PT PLN (Persero) Warsono Martono menilai workshop CFB boiler sangat strategis karena akan memberi nilai signifikan bagi perusahaan.  Warsono mengatakan teknologi CFB boiler  termasuk relatif baru bagi PLN dan sudah diimplementasikan di banyak lokasi. Diungkapkan bahwa life cycle (siklus operasional) pembangkit bisa mencapai 30 hingga 40 tahun. Sehingga meningkatkan performa pembangkit tersebut merupakan upaya untuk memaksimalkan pemanfaatannya.

Workshop Best Practice Boiler CFB  menghadirkan  Prabir Basu yang merupakan penulis buku Circulating Fluidized Bed Boilers dan sejumlah ahli dari tanah air.  Diantaranya  dipaparkan hasil kajian  pengelolaan O&M pembangkit berteknologi boiler CFB yang disampaikan oleh Kepala Satuan Teknologi & Enjiniring PT PJB Teguh Widjajanto. Selain itu juga menghadirkan Nur Ikhwan S.T.,M.Eng  dari ITS yang membahas permodelan boiler, Dr. Youdhiyan Prasetyo yang membahas combustion tuning Boiler CFB, Ir. Hernawan, MT dari  Balai Besar Keramik yang membahas material boiler CFB, dan pemaparan CFB Boiler Coating Technology oleh WHERTEC Inc. kbc6

Bagikan artikel ini: