Lewat GO-MART, GO-JEK bantu Kementan distribusi produk pangan

Sabtu, 29 April 2017 | 05:16 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan sebuah terobosan jitu dalam memotong rantai pasok hasil tani ke pelanggan. Setelah meluncurkan Toko Tani Indonesia (TTI) di wilayah Jabodetabek, Kementan kini menggandeng GO-MART, layanan belanja instan dari GO-JEK. Melalui GO-MART, para pelanggan kini bisa membeli produk pangan dengan harga terjangkau.

Dalam Apel Siaga TTI di Karawang, Jawa Barat, Kementan melihat inovasi layanan yang dilakukan GO-JEK selaras dengan visi pemerintah dalam memberikan kemudahan kepada pelanggan. “Pisang goreng saja digerakkan GO-JEK, apalagi beras, bawang, cabai, dan lainnya. Konsumen nanti bisa pesan melalui GO-JEK,” ujar Menteri Pertanian, Andi Amran, saat menghadiri apel siaga TTI di Karawang, Jawa Barat.

Selain itu, dengan TTI sebagai salah satu retailer di GO-MART dipandang dapat memotong rantai pasok dari kelompok tani sampai ke pasar yang bisa mencapai delapan-sembilan kali pindah tangan, yang selama ini keuntungannya banyak didapat para tengkulak yang memainkan harga di pasaran.

Akibatnya, rantai pasok yang panjang itu membuat harga melonjak tinggi ketika sampai ke pasar. Sebagai contoh, harga bawang di grosir hanya Rp 15 ribu tetapi di pasar bisa mencapai Rp 30 ribu. Tapi dengan adanya dipasarkan langsung melalui GO-MART, maka rantai pasok itu dapat terpotong, pelanggan dapat membeli bawang jauh di bawah Rp 30 ribu.

Nantinya, konsumen cukup memilih TTI atau Rumah Pangan Kita (RPK) milik Bulog di layanan GO-MART, dan memilih bahan pangan yang diinginkan. Mitra GO-JEK kemudian akan membantu membeli bahan pangan tersebut dan mengantarkannya kepada konsumen. Untuk saat ini, kerja sama antara GO-MART dengan Kementan baru tersedia di wilayah Jabodetabek.  “Kami kedepannya berencana mempeluas kerja sama ini ke beberapa provinsi di Indonesia yang masuk dalam jangkauan GO-JEK,” ujar Menteri Amran.

Sementara itu, Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, dalam Apel Siaga TTI juga memuji langkah jitu yang dilakukan Kementan dan GO-JEK. Bukan hanya konsumen yang dapat menikmati layanan GO-JEK, pedagang pasar juga bisa memanfaatkan layanan GO-JEK untuk mendapatkan pembeli.

Dengan adanya layanan seperti GO-MART, diharapkan pengusaha UMKM dan sektor informal seperti penjual bahan pangan, pedagang pasar, dan TTI bisa memperluas pasar. Mereka bisa menjangkau langsung konsumen melalui aplikasi teknologi.

“Peran GO-JEK ini mengantarkan barang pokok di Toko Tani ke konsumen. Ini merupakan terobosan luar biasa dari Kementerian Pertanian, karena memotong mata rantai yang berjenjang. Tidak ada kekhawatiran untuk memotong pedagang tradisional karena pedagang pasar itu juga bisa menggunakan jasa GO-JEK. Itu akan sangat memudahkan mereka dalam mendapatkan konsumen,” kata Enggartiasto.

Selain TTI, GO-MART telah bekerja sama dengan berbagai retailer untuk membantu konsumen berbelanja barang yang mereka inginkan di pilihan toko yang ada, mulai dari Supermarket, Minimarket, Bunga dan Hadiah, Toko Hewan hingga Kebutuhan Memasak dan Bahan Kue, dan berbagai toko lainnya. Bagi para pengusaha UMKM yang ingin berjualan lewat GO-MART, mereka juga bisa mendaftar melalui http://www.go-mart.co.id/join.

Terobosan ini juga disambut dengan baik di kalangan masyarakat. Program dan layanan ini diharapkan tak hanya di wilayah Jabodetabek, tapi juga ke kota-kota lain agar menjadi alternatif dan memudahkan kehidupan mereka.

“Tentu saja kami berharap tak hanya di wilayah Jabodetabek saja. Tapi juga ke daerah-daerah lainnya. Terutama yang kota-kota besar dulu seperti Medan, Bandung, Surabaya, Makassar, dan lainnya. Saya pikir akan sangat membantu sekali jika layanan pesan-antar bahan pangan lewat GO-MART dapat tersebar di wilayah Indonesia,” ucap Ardi, salah satu peserta yang ditemui dalam Apel Siaga TTI. kbc3

 

Bagikan artikel ini: