Gelar Festival Sastra, Bupati Anas: Untuk genjot budaya baca anak muda Banyuwangi

Sabtu, 29 April 2017 | 11:49 WIB ET
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas

BANYUWANGI, kabarbisnis.com: Pemkab Banyuwangi menggelar festival sastra yang rangkaiannya telah dimulai dengan berbagai acara, mulai dari lomba baca puisi, lomba penulisan cerita pendek (cerpen), lomba bercerita, dan sejumlah diskusi. Banyuwangi juga akan didatangi dua penyair nasional, yaitu Zawawi Imron dan Hasan Aspahani. Zawawi Imron adalah penyair asal Madura yang dikenal dengan sebutan "Si Celurit Emas". Adapun Hasan adalah salah satu penyair peraih Khatulistiwa Literary Award dan Anugerah Puisi Indonesia.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, Festival Sastra adalah rangkaian dari Banyuwangi Festival 2017. Festival Sastra menjadi instrumen bagi warga Banyuwangi, khususnya kaum muda, untuk menumbuhkan budaya baca dan cinta seni sastra. "Dengan sastra, upaya menumbuhkan budaya literasi lebih mudah. Budaya baca anak-anak lebih mudah ditumbuhkan lewat karya sastra," ujar alumnus Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI) tersebut.

"Inilah waktunya bagi penggemar sastra dan para pembaca bertemu dengan penulis untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan. Sekaligus acara ini juga wadah bagi pelajar untuk mengembangkan potensi dirinya dalam kesusasteraan," imbuh Anas.

Menurut Anas, keterampilan menulis akan semakin terasah dengan kebiasaan membaca. Kedua budaya ini, yaitu menulis dan membaca, memang tak terpisahkan sekaligus juga masih perlu ditingkatkan di Indonesia.

"Saya sih percaya segala hal bermula dari membaca. Menulis dan membaca sebenarnya adalah sesuatu yang natural. Saya pun setiap pulang dari luar kota selalu bawa oleh-oleh buku untuk anak. Karena itulah, saya merasa perlu menghadirkan festival sastra di Banyuwangi. Saya berharap, festival ini bisa mendorong lahirnya generasi penerus pembaca dan penulis dalam negeri," ujar Anas.

Anas memaparkan, pemilihan sastra sebagai sarana pendorong minat baca bukan tanpa alasan. Data Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Banyuwangi menyebutkan, pada 2016, jumlah peminjam buku di perpustakaan daerah didominasi oleh buku kesusasteraan.

“Ada sekitar 40,2 persen peminjam buku di perpustakaan Banyuwangi itu meminjam buku sastra. Dari sini, kita berpikir bahwa sastra bisa menjadi pendorong seseorang untuk suka membaca ketimbang dengan jenis bacaan lainnya,” terang bupati 43 tahun itu.

Selain itu, imbuh Anas, berdasarkan beberapa hasil penelitian, seorang yang suka membaca buku sastra akan menjadikan orang lebih berpikiran luas.

“Orang yang suka membaca sastra lebih memiliki pemikiran yang terbuka dari pada yang tidak suka membaca sastra. Oleh karena itu, ini penting ditekankan sejak dini, agar anak-anak Banyuwangi tidak terjebak dalam pemikiran sempit yang saat ini marak terjadi,” ungkapnya. kbc2

Bagikan artikel ini: