Bulan depan, PJB mulai operasikan sistem digital deteksi kerusakan alat produksi

Sabtu, 29 April 2017 | 19:51 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) memastikan akan memberlakukan system pemeliharaan digital bagi alat-alat produksi energi listrik yang berencanakan akan dilakukan bulan Mei mendatang.

Hal ini ditegaskan Sekertaris Perusahaan PT PJB,Muhammad Bardan dalam silaturahmi dengan media yang tergabung Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan PT PLN Distribusi Jatim di Surabaya, Jumat (28/4/2017).

“Kami telah memiliki remote engineering optimization diagnostic operation center yang fungsinya sebagai alat untuk mendiagnosa kerusakan pada mesin yang digunakan untuk menghasilkan energi listrik nantinya,” terang Bardan yang didampingi Ketua Pokja PT PLN Distribusi Jatim, Moch. Ali Topan.

Dikatakan Bardan, berbagai peralatan produksi, khususnya mesin turbin untuk pembangkit  telah dipasangi sensor-sensor yang berguna untuk mendeteksi terjadinya kerusakan.

"Sensor tersebut sangatlah peka, jika ada kerusakan sekecil apapun, sensor tersebut bakal mengirim sinyal bahaya kepada ruang server. Dengan kata lain kami dapat melakukan pencegahan sebelum terjadi kerusakan fatal nantinya," jelasnya

Ia mengakui, untuk pemeliharaan alat tersebut pihaknya telah memiliki semacam server engineering center base.

"Alat server ini  sebagai perekam data base kerusakan  pada dalam mesin sebelumnya. Nah dengan begitu , kami bisa antisipasi dan mendeteksi jika ada kerusakan di kemudian hari," papar Bardan

Bardan menjelaskan, untuk saat ini ada 28 pembangkit listrik yang operasionalnya di bawah tanggung jawab PT PJB. Sementara untuk target menggunakan teknologi canggih itu. PJB optimis akan mampu menyelesaikan programnya Oktober 2017.

"Untuk saat ini kami sudah memasangnya di dua titik turbin pembangkit listrik, lantas kedepan kami bakal pasang disemua mesin turbin yang menjadi tanggung jawab PT PJB," ungkapnya.kbc6

Bagikan artikel ini: