Kondusifitas Pilkada 2017 dan optimisme pebisnis

Minggu, 07 Mei 2017 | 22:18 WIB ET

DKI Jakarta memungkasi pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2017. Ini setelah Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta menetapkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Terpilih Tahun 2017-2022.

"Dengan mengucapkan bismillah pasangan calon Gubernur Anies Baswedan dan Calon Wakil Gubernur Sandiaga Uno ditetapkan sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur terpilih," ujar Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno dalam Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Terpilih Tahun 2017-2022 di Jakarta, Jumat (5/5/2017).

Sumarno mengatakan berdasarkan rekapitulasi perolehan suara Pilkada DKI Jakarta putaran kedua pasangan nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat memperoleh 42,04 persen suara, sementara pasangan nomor urut tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno memperoleh 57,96 persen suara.

Berdasarkan undang-undang, kata dia, pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak ditetapkan sebagai pasangan gubernur dan wakil gubernur terpilih.

"Kami sudah melakukan pleno, sudah menyiapkan berita acara dan menyiapkan surat keputusan penetapan calon gubernur dan calon wakil gubernur terpilih. Selanjutnya surat kami serahkan kepada DPRD untuk diproses pengangkatan, pengesahan dan pelantikannya," ujar Sumarno.

Sekadar diketahui, Pilkada 2017 digelar serentak di 101 wilayah di Tanah Air, yakni 7 provinsi, 18 kota, dan 76 kabupaten. Pemungutan suara digelar serentak pada Rabu, 15 Februari 2017 lalu. Hanya Provinsi DKI Jakarta yang menggelar dua putaran dan dilaksanakan pada 19 April 2017.

Hampir seluruh masyarakat Indonesia menanti hasil gelaran Pilkada di DKi Jakarta hingga putaran dua. Hal ini sangat wajar karena Jakarta menjadi barometer lantaran posisinya yang merupakan ibu kota dari Indonesia. Jakarta bukan hanya pusat pemerintahan tapi juga pusat bisnis atau pusat ekonomi Indonesia.

Tak heran sebagian pelaku usaha dan investor juga memberikan harapan besar bagi Gubernur DKI Jakarta yang baru agar mampu menjaga stabilitas ekonomi, dan pengaruh positif itu bisa menular ke daerah-daerah lain di Indonesia.

Direktur Lippo Group, John Riady pernah bilang, agar Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Terpilih Tahun 2017-2022.nantinya bisa memperbaiki infrastruktur, macet dan banjir dikurangi, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baginya, paling penting adalah menjaga stabilitas ekonomi maupun politik di Jakarta. Menurut John, sosok Sandiaga Uno yang berlatar belakang pengusaha pasti sudah mengetahui apa yang diinginkan dan dibutuhkan pengusaha.

“Kalau ini tercapai, untuk bisnis kan positif. Saya yakin mereka (Anies-Sandi) akan bekerja keras memajukan ekonomi Jakarta,” ujarnya.

Hal yang sama juga dikatakan Ketua Umum Forum Pengusaha Pribumi Indonesia (Forppi) Akhmad Ma'ruf Maulana. Menurutnya, kondusifnya pelaksanaan Pilkada di DKI Jakarta akan berefek pada kepercayaan investor dan mendorong kebangkitan dunia usaha, UMKM, bukan saja di Ibu Kota namun juga daerah lain.

Dia pun sangat bersyukur, mengingat menjelang hari "H" pesta demokrasi beberapa waktu lalu, banyak pelaku ekonomi yang waswas dan khawatir karena suhu politik makin memanas.

"Terjadi pergesekan keras yang mengarah pada rivalitas negatif, seperti muncul isu-isu pribumi dan nonpribumi. Semua ini patut kita syukuri karena ternyata masyarakat semakin dewasa dalam berdemokrasi," ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini sangat mendukung dan menģgairahkan dunia usaha dan mempercepat perputaran roda ekonomi, sehingga ke depan akan berdampak pada kesejahteraan rakyat. "Tentu ini sesuai program Nawacita Presiden Jokowi," katanya.

Keoptimisan kalangan pelaku usaha ini tentu sangat positif, mengingat selama hiruk pikuk gelaran Pilkada khususnya menjelang putara kedua di DKI Jakarta, banyak pelaku usaha dan investor menahan diri untuk menunda ekspansi usaha dan investasi.

Hal ini terlihat dari kinerja penjualan di sejumlah sektor dalam kuartal I tahun 2017. Seperti sektor properti, otomotif, perdagangan, industri, dan beberapa sektor lain yang rata-rata turun dibanding periode yang sama tahun lalu.

Di satu segi, ekonomi memang sedikit banyak bergantung pada kepastian politik. Sikap “wait and see” terhadap dunia usaha dan investasi jelas menjadi akibat dari terselenggaranya Pilkada Putaran Kedua di Jakarta.

Kini, dengan telah usainya seluruh rangkaian Pilkada 2017, pelaku usaha mulai menata kembali rencana bisnisnya, dan investor mulai membelanjakan duitnya. Semoga roh positif itu juga menular ke daerah lain, dalam artian perekonomiannya ikut terangkat.

Apalagi, ini adalah saat menjelang Ramadan dan Lebaran, yang biasanya sektor ekonomi nasional menggeliat. Kita tunggu saja apakah kinerja sejumlah sektor di atas pada kuartal II tahun ini akan lebih baik. Semoga! (didik sutrisno)

Bagikan artikel ini: