Hipmi harap momentum pertumbuhan PDB terjaga

Senin, 08 Mei 2017 | 07:46 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) menilai capaian pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,1 % pada kuartal I-2017 membangkitkan optimisme dunia usaha. Karenanya, momentum pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) tersebut harus terjaga.

“PDB awal tahun ini bangkitkan optimisme kita,” ujar Ketua Umum BPP Hipmi Bahlil Lahadalia dalam keterangan tertulis, Minggu (7/5/2017)

Bahlil mengatakan optimisme tersebut menguat sebab pertumbuhan di atas 5 % ini justru terjadi kuartal I-2017. Secara siklus, pertumbuhan biasanya baru akan menguat pada kuartal III dan IV.“Biasanya belanja swasta belum terlihat di kuartal I, bahkan kreditnya pun belum turun atau baru dibelanjakan pada kuartal II dan seterusnya, tapi PDB sudah naik,” ujar Bahlil.

Bahkan realisasi belanja pemerintah baru menguat pada kuartal II. Sebab realisasi atau pencairan anggaran biasanya mengalami banyak kendala pada awal tahun. Namun, PDB awal tahun ini sudah membangkitkan optimisme.

Untuk itu, Hipmi mengimbau agar pelaku usaha berperan serta membantu pemerintah menjaga momentum pertumbuhan tersebut, utamanya pelaku usaha besar. “Momentum yang ada kita kawal sama-sama. Hitung-hitungan tentu tidak hanya diatas kertas, tetapi juga perlu keberanian kolektif untuk membantu pemerintah bersama korporasi-korporasi besar mengangkat perekonomian,” terangnya.

Meski demikian, Hipmi juga berharap agar pemerintah menjaga belanja negara agar makin meningkat pada kuartal II-2017 meskipun pemerintah tengah melakukan pengetatan atau disiplin anggaran. “Kalau pihak swasta-swasta berkolaborasi dengan belanja pemerintah mendorong spending yang besar tentu efeknya akan berlipat pada keseluruhan kegiatan ekonomi domestik. Sisi supply perekonomian kita kuat dan demand-nya juga naik,” kata dia

Bahlil mengatakan pemerintah perlu memperkuat permintaan sehingga dapat mendorong industrilisasi atau peningkatan kapasitas produksi dengan memperlancar serapan anggaran. Pertumbuhan pengeluaran konsumsi pemerintah secara tahunan pada belum optimal, baru 2,71% (year on year/yoy).

“Serapan anggaran pemerintah akan menjadi stimulus atau insentif yang dapat mempercepat  pergerakan ekonomi di berbagai sisi, juga akan mendorong investasi pihak swasta dan sektor keuangan,” papar dia.

Asal tahu saja pada kuartal I 2017 ini, komponen pengeluaran terbesar untuk pertumbuhan ekonomi disumbang konsumsi Lembaga Non-Profit Rumah Tangga (LNPRT), yang tumbuh 8,02% (yoy), dan ekspor yang tumbuh 8,04% (yoy). Sementara impor tumbuh 5,02% (yoy), Pembentukkan Modal Tetap Bruto tumbuh 4,81 % (yoy), konsumsi pemerintah tumbuh 2,71% (yoy) dan Konsumsi Rumah Tangga tumbuh 4,93% (yoy).kbc11

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: