La Nyalla dorong pemerintah daerah perkuat perajin busana lokal

Rabu, 10 Mei 2017 | 14:46 WIB ET
Gubernur Jatim Soekarwo dan Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattalitti.
Gubernur Jatim Soekarwo dan Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattalitti.

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur mendukung penuh kreasi dari perajin busana dan aksesoris di Jawa Timur. Para perajin tersebut mempunyai peran penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi rakyat.

"Potensi perajin seperti batik, bordir, aksesoris di Jawa Timur itu luar biasa. Dan mereka rata-rata bergerak dalam skala kecil-menengah di kampung-kampung. Mereka inilah yang menyangga ekonomi di kampung-kampung. Saya pernah lihat sendiri di Madura bagaimana satu kampung saling dukung bikin batik," ujar La Nyalla di sela-sela acara Batik Bordir, dan Aksesoris Fair di Surabaya, Rabu (10/5). Acara tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Menurut La Nyalla, jika potensi para perajin itu dioptimalkan, maka akan menjadi kekuatan ekonomi yang dahsyat. Dalam hal ini, pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota harus turun tangan membantu para perajin.

La Nyalla mencermati, selama ini para perajin masih menghadapi sejumlah hambatan. Di antaranya adalah soal desain produk. Mereka tidak mempunyai cukup dana untuk menyewa konsultan desain. Jika ini berlangsung terus-menerus, produk mereka pasti bakal kalah dengan pebisnis besar yang mempunyai kemampuan untuk melakukan riset desain yang sedang diminati pasar.

"Sebenarnya ini solusinya mudah. Tinggal pemerintah daerah memfasilitasi para perajin untuk bertemu dengan para desainer nasional, termasuk para desainer produk yang banyak ada di kampus-kampus di Jatim. Sehingga dari sana muncul inspirasi bikin produk aksesoris yang sedang diminati pasar," papar La Nyalla.

Tantangan lain yang dihadapi para perajin adalah soal pemasaran. Selama ini pemasaran mereka terbatas. "Dengan sumberdaya yang dimiliki, seharusnya pemerintah daerah bisa berbuat lebih. Bangun jaringan pemasaran dengan produsen busana nasional, jalin kerja sama dengan ritel busana seperti Matahari dan Ramayana. Teken MoU, libatkan perajin lokal. Itu saja dampak transaksinya pasti luar biasa besar bagi perajin lokal kita," papar La Nyalla.

La Nyalla menambahkan, pemprov dan pemkab/pemkot se-Jatim juga harus mengutamakan perajin lokal ketika ada kebutuhan pembelian busana. Pengusaha yang memenangkan tender busana harus diwajibkan menggandeng perajin lokal. Jadi tidak dipabrikasi dalam skala manufaktur yang besar. 

"Coba bayangkan, berapa ratus ribu PNS di Jatim ini. Kalau semua kebutuhan busana harian maupun acara pemerintah di daerah melibatkan perajin busana lokal, super dahsyat dampaknya ke ekonomi perajin lokal," pungkas La Nyalla. kbc1

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: