855 Ribu orang lebih di Jatim masih menganggur

Jum'at, 12 Mei 2017 | 15:00 WIB ET
(ilustrasi)
(ilustrasi)

SURABAYA, kabarbisnis.com: Penambahan jumlah angkatan kerja yang cukup besar di wilayah Jawa Timur membuat jumlah pengangguran di Jatim masih cukup tinggi. Hingga Februari 2017, tercatat angka pengangguran di Jatim mencapau 855,75 ribu orang.

“Sebenarnya kondisi ini terbilang lebih rendah dibanding tahun lalu. Tahun ini, tiingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun sebesar 0,04% point menjadi 4,10% dibanding Februari 2016 sebesar 4,14%,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Teguh Pramono di Surabaya, Jumat (12/5/2017).

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa penduduk usia 15 tahun ke atas di Jawa Timur Februari 2017 tercatat sebesar 30,31 juta orang. Dari 30,31 juta orang tersebut angkatan kerja mencapai 20,89 juta orang, bertambah sebanyak 392 ribu orang dalam kurun waktu setahun dibanding Februari 2016.

“Dari penduduk angkatan kerja tersebut, jumlah yang bekerja mencapai 20,03 juta orang, selebihnya 855,75 ribu orang masih menganggur. Penduduk yang bekerja tersebut bertambah 385,63 ribu orang dibanding keadaan Februari 2016,” tambahnya.

Teguh menfatakan, penduduk yang bekerja pada 9 (sembilan) sektor Lapangan Usaha mengalami kenaikan kecuali Sektor Konstruksi dan Sektor Transportasi, Pergudangan & Komunikasi. Kenaikan tertinggi terjadi pada Sektor Keuangan, yaitu sebesar 168,38 ribu orang atau 55,25%.

“Penduduk yang bekerja di sektor Formal sebanyak 7,45 juta orang  atau 37,21%,. Jika dibanding tahun lalu, jumlah tersebut bertambah sebesar 195,41 ribu orang atau 2,69%. Sedang pada sektor Informal sebanyak 12,58 juta orang atau 62,79%, bertambah sebanyak 190,22 ribu orang atau 1,54% selama setahun ini,” terangnya.

Menurutnya, pekerja dengan status pekerja bebas di pertanian maupun di non pertanian berkurang secara signifikan sebesar 513,91 ribu orang atau 37,62% dan diduga beralih ke status berusaha dibantu buruh dibayar dan pekerja keluarga dengan membantu usaha keluarga.

Dilihat dari tingkat pendidikannya, sebagian besar pekerja masih rendah (SD ke bawah), yaitu 9,34 juta orang atau 46,61%. Sedangkan pekerja dengan pendidikan tinggi Diploma ke atas hanya sekitar 2,10 juta orang atau 10,47%. Selebihnya adalah pendidikan menengah atas dan kejuruan.

“Penganggur dengan pendidikan SMA kejuruan adalah yang tertinggi, yaitu TPT sebesar 8,88% sedang yang terendah adalah penganggur dengan pendidikan SD ke bawah yaitu sebesar 2,37%,” pungkas Teguh. kbc6

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: