Gurita beku produksi Perinus mulai menyapa pasar Jepang

Jum'at, 12 Mei 2017 | 16:28 WIB ET
(istimewa)
(istimewa)

MAKASSAR, kabarbisnis.com: Indonesia untuk pertama kalinya mengekspor olahan gurita ke Jepang melalui PT Perikanan Nusantara (Perinus). Sebanyak 30 ton gurita dalam bentuk olahan yang dibekukan diberangkatkan melalui Pelabuhan Makassar menuju pelabuhan Ibaraki Perfecture, Jepang, Kamis (11/5). Tahun ini, Indonesia menargetkan akan mengekspor 1.000 ton gurita beku ke Jepang.

Peluncuran ekspor perdana olahan gurita beku tersebut dihadiri oleh Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Nilanto Perbowo, Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP) Zulficar Mochtar, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo beserta jajaran, Direktur Utama PT Perinus Makassar Dendi Anggi Gumilang, dan para dewan komisaris, pelaku usaha, asosiasi nelayan/pembudidaya di Makassar.

Ekspor ini sebenarnya merupakan tindak lanjut dari kerjasama Indonesia dengan Japan International Cooperation Agency (JICA). PT Perinus adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditunjuk Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Ditjen PDSPKP untuk mengelola instalasi pengolahan gurita beku hibah dari JICA.

Sebagai operator, PT Perinus berhasil mengolah gurita beku dengan kualitas ekspor. Hari ini adalah ekspor perdana ke Ajirushi Company di Jepang, perusahan swasta yang ditunjuk JICA dalam kerjasama pengolahan gurita dengan KKP.

“Kami berharap PT Perinus dapat mengembangkan alat-alat pengolahan gurita bantuan JICA untuk peningkatan kualitas dan nilai tambah produk gurita yang ada di Sulawesi Selatan khususnya, serta Indonesia pada umumnya,” ujar Dirjen PDSPKP Nilanto Perbowo.

Nilanto mengungkapkan, Ditjen PDSPKP akan terus bekerja sama dan melakukan pembinaan terhadap PT Perinus dalam pelaksanaan ekspor olahan gurita beku ini. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pembinaan kepada nelayan agar dapat menghasilkn tangkapan gurita yang banyak, dengan tetap menjaga keberlanjutannya. Pihaknya juga akan mendampingi dan membina nelayan dalam menangani hasil tangkapan, sejak penangkapan hingga proses pengolahan. “Hal ini tentu sangat penting untuk menjaga mutu gurita sebagai salah satu komoditas ekspor, yang kita harapkan bisa menjadi andalan Indonesia ke depannya,” tukas Nilanto. kbc3

Bagikan artikel ini: