PP Properti bakal boyong air terjun setinggi 8 lantai di apartemen mewahnya di Surabaya

Senin, 15 Mei 2017 | 22:29 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Meski Surabaya dibanjiri pembangunan apartemen baik segmen menengah maupun atas, namun potensi pasar hunian vertikal di kota inii diyakini masih cukup besar. Itu pula yang mendasari PT PP Properti Tbk yang siap membangun apartemen mewahnya di pusat kota Surabaya, dengan nama Gramd Shamaya.

Kehadiran Grand Shamaya melengkapi proyek-proyek yang telah dikembangkan anak usaha perusahaan BUMN konstruksi, PT Pembangunan Perumahan Tbk (PP) di Surabaya, yakni Grand Sungkono Lagoon, Grand Dharmahusada Lagoon, dan Paviliun Permata Apartemen.

Director Realty PT PP Property Tbk Galih Saksono menuturkan, Grand Shamaya menjadi proyek ke-17 dari perseroan, yang telah dan akan mengembangkan proyek-proyek baik high rise maupun landed house di beberapa kota, seperti di Jabodetabek, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, dan Malang.

"Kami menilai pasar apartemen premium di Surabaya sangat terbuka. Masyarakat Surabaya mulai menganggap bahwa tinggal di apartemen selain kebutuhan, juga merupakan gaya hidup," katanya di sela soft launching Grand Shamaya Apartment di Surabaya, Senin (15/5/2017).

Grand Shamaya dibangun di atas lahan seluas 1,6 hektare di kawasan segi tiga emas kota Surabaya, yang merupakan central business district (CBD) kota Surabaya, yang dikelilingi Jl Embong Gayam dan Jl Embong Sawo, dekat Jl Basuki Rahmat dan Jl Panglima Sudirman.

Rencananya Grand Shamaya akan dibangun 5 tower. Untuk tower pertama dengan nama Aubrey yang berkapasitas total 387 unit dengan 54 lantai, diklaim sudah terjual 6 lantai dimana setiap lantai memiliki 9 unit kamar dengan tipe 1 bedroom, 2 bedroom, dan 3 bedroom.

"Dengan kenyataan bahwa meski kita belum resmi melaunching namun sudah ada penjualan 6 lantai, kita makin optimis bahwa penjualan tower pertama ini bisa sold out dalam tahun ini," ujar Ari Kartika, Vice President Marketing PT PP Properti Tbk yang menyebut harga jual saat ini adalah Rp 31 juta per meter persegi.

Diakuinya, tingginya minat konsumen itu, selain didasari oleh lokasinya yang di pusat kota, juga adanya 35 fasilitas yang diboyong PP Properti di Grand Shamaya. Fasilitas itu diantaranya sky bridge yang kelak akan menghubungkan kelima tower yang akan dibangun. Di jembatan penhubung ini akan terrsedia berbagai fasilitas seperti heater swimming pool, sky jogging track dan zen garden yaitu taman refleksi untuk para penghuni.

"Yang menarik adalah bahwa meski apartemen ini berada di tengah kota, namun suasana yang kita boyong adalah sebuah resort lengkap dengan unsur alam, pocket garden di setiap lantai, ruang publik untuk aktivtas yoga, thematic garden, bahkan kita memboyong waterfall atau air terjun setinggi 8 lantai yang disekat masing-masing dua lantai seperti terasiring," papar Rudy Harsono, Vice President Realty Wilayah Timur PT PP Properti Tbk.

Grand Shamaya diarsiteki oleh Aedas, firma arsitek kelas dunia yang telah merancang Burj Khalifa di Dubai, dan Marina Bay Sand di Singapura. Investasi untuk pembangunan atau konstruksi di setiap towernya menelan Rp 600 miliar.

Untuk tower Aubrey akan dimulai pembangunannya pada akhir 2018 dan ditargetkan selesai pada akhir 2022. kbc7

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: