Didatangi Duta Besar Vietnam, Kadin Jatim tawarkan produk pertanian

Jum'at, 19 Mei 2017 | 11:22 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur kian gencar mempromosikan berbagai potensi yang dimiliki Jatim, salah satunya kepada Duta Besar Vietnam dan pengusaha Vietnam yang melakukan lawatan ke Kantor Kadin Jatim.

Ketua Umum Kadin Jatim, La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan, Vietman adalah salah satu negara penghasil produk pertanian. Tetapi tidak ada salahnya jika Jatim tetap menawarkan hasil olahan produk pertanian dan garmen atau fasion kepada mereka. Apalagi saat kunjungan kemarin, Atase Kedutataan Besar Vietnam untuk Indonesia mengaku sangat tertarik terhadap berbagai olaha produk pertanian, garmen atau fesyen.

“Neraca perdagangan Jatim dengan Vietnam selama ini masih defisit, di tahun 2016 defisit kita cukup besar. Untuk itulah kita harus berupaya maksimal menawarkan berbagai hasil produksi dan potensi Jatim yang bisa diekapor kesana,” ujar La Nyalla.

Ia menjelaskan, berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur menyatakan, ekspor Jawa Timur ke Vietnam hingga bulan Februari tahun 2016 mencapai US$ 85,439 juta. Sedangkan untuk tahun 2017 mencapai US$ 97,724 juta.

“Sepuluh komoditas ekspor utama Jatim yang sudah diekspor ke sana di antaranya tembaga, buah-buahan, lemak dan minyak (nabati & hewani), bahan kimia organik, kertas dan karton, udang dan ikan, kopi, teh, dan rempah-rempah, tembakau, berbagai produk kimia, dan pupuk,” terangnya.

Sedangkan impor dari Vietnam ke Jawa Timur hingga bulan Februari di tahun 2016 menunjukkan angka US$ 105,753 juta. Sedangkan di tahun 2017 mencapai US$ 40,766 juta.

Dari data tersebut, ada sepuluh komoditas impor utamanya yaitu besi dan baja; mesin/ peralatan elektronik; plastik/bahan yang terbuat dari plastik; tembakau; hasil penggilingan; aluminium; mesin/peralatan mekanik; kopi, teh, rempah – rempah; berbagai produk kimia; dan sari bahan samak & celup.

 

Lebih lanjut La Nyalla mengatakan bahwa langkah Kadin untuk terus mempromosikan produk Jatim adalah sebagai wujud komitmen Kadin untuk ikut serta memajukan perekonomian Jatim. Karena sebagai wadah pengusaha Jatim, Kadin berfokus pada masalah yang berkaitan dengan perdagangan, industri, dan jasa.

“Kadin berkomitmen tinggi untuk mengangkat potensi dan sinergi perekonomian nasional, menawarkan forum strategis untuk pengusaha Indonesia. Melalui pembiayaan secara mandiri, Kadin merupakan perpanjangan tangan dari minat sektor swasta,” tegasnya.

Kadin juga merupakan satu-satunya organisasi bisnis lintas negara berdasarkan undang-undang No.1 Tahun 1987. Untuk mewakili sektor bisnis swasta, sebagai wadah komunikasi dan konsultasi antara pengusaha dan pemerintah mengenai hal hal yang berkaitan dengan masalah perindustrian dan jasa.

“Dengan kata lain, Kadin memiliki dua fungsi yakni, mengembangkan kapabilitas juga mempromosikan minat pengusaha Jawa Timur dan menjaga iklim bisnis yang tenang dan dinamis di Jatim. Untuk itu, Kadin berharap adanya perkembangan yang berkelanjutan baik dari kuantitas maupun komoditas yang diperdagangkan antara Jawa Timur dan Vietnam. Dan Kadin juga akan membantu Kedutaan Besar Vietnam jika ada permintaan kebutuhan informasi dari pihak pengusaha Vietnam. Kami juga siap menmbantu dan menjadi fasilitator para pengusaha Vietnam yang ingin berinvestasi di Jawa Timur,” ujarnya.

Agar pengusaha Jatim bisa langsung bertemu dan menawarkan produk mereka ke lengusaha Vietnam, Kadin mengundang pengusaha dari berbagai sektor pada saat pertemuan kemarin. Dan hampir 100 pengusaha datang untuk mempromosikan produknya.

Sementara itu, Atase Kantor Perdagangan Viet Nam di Indonesia,  Nguyen Tuan Dung mengatakan sangat tertarik pada produk fasion dan pertanian Jatim karena kualitas dan kemasannya sangat bagus dan inovatif.

“Kami berharap hubungan antara Vietnam dengan Jatim akan terus berlanjut. Kamj juga akan sangat senang jika pengusaha Jatim mau berinvestasi di Vietnam,” pungkasnya. kbc6

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: