Usai Raja Salman, giliran raja Uni Emirat Arab kepincut kunjungi Indonesia

Jum'at, 19 Mei 2017 | 13:46 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Energi Uni Emirat Arab Suhail Mohammed Faraj Al Mazroui melakukan kunjungan ke Indonesia pada Kamis (18/5/2017). Dalam kunjungan ini, terdapat beberapa potensi kerjasama yang dapat dilanjutkan.

Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab Husin Bagis mengatakan, kunjungan nantinya kemungkinan akan dilanjutkan dengan kunjungan Raja Uni Emirat Arab Khalifa Bin Zayed Al Nahyan. Jokowi pun berharap Raja UEA ini akan mempercepat kunjungannya ke Indonesia.

"Ini sebetulnya kunjungan balik dari mereka. Karena raja mereka kan mau datang ke sini. Pak Jokowi sih minta diusahakan secepatnya raja bisa datang, kalau bisa tahun ini, nanti itu disampaikan oleh mereka ke raja," tuturnya di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/5/2017).

Sekadar diketahui, dalam kunjungan delegasi UEA ini, terdapat beberapa sektor kerjasama yang akan ditindaklanjuti. Salah satunya adalah pada sektor energi. Namun, Pemerintah UEA meminta jaminan investasi dari kerjasama ini. Salah satunya adalah jaminan untuk tidak melakukan nasionalisasi.

"Makanya mereka minta jaminan itu (secara) tertulis, company mereka tidak akan dinasionalisasi. Wajar kan," kata Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar pada kesempatan yang sama.

Selain UEA, negara lainnya seperti Qatar juga pernah meminta jaminan serupa. Ini merupakan hal yang wajar dalam sebuah kerjasama bisnis dan tidak menunjukkan keraguan negara asing untuk berinvestasi di Indonesia.

"Sama, Qatar juga seperti itu. Ini standar internasional. Ya berharap Indonesia dapat ikut masyarakat internasional, dalam investasi," ujarnya.

Diharapkan, kerjasama ini nantinya dapat memberikan keuntungan bagi Indonesia. Utamanya setelah Raja UEA nantinya berkunjung ke Indonesia.

"Cuma saya berharap kerjasama disampaikan juga oleh presiden, hal-hal seperti administrasi ini kita selesaikan secepatnya. Jangan sampai investasi sebanyak itu gagal gara-gara adminsitrasi. Saya berharap sekali diselesaikan secepatnya," ujarnya

Hingga saat ini, UEA telah melakukan investasi di Indonesia. Nilai investasi pun diharapkan dapat meningkat hingga 3 kali lipat. "Mereka ada di beberapa blok seperti andaman. Mereka ada lalu  itu blok Ruby itu udah produksi ya. Beberapa lah," tutupnya. kbc10

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: