Permudah IKM dapat modal, Bank Jatim & Disperindag rilis Indag Card

Jum'at, 19 Mei 2017 | 19:51 WIB ET
(KB/Purna Budi N)
(KB/Purna Budi N)

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jatim meluncurkan kartu multifungsi Indag Card.

Pemimpin Sub Divisi Operasional Luar Negeri, Bank Jatim, Diah Irawati mengatakan kartu ini berfungsi sebagai kartu untuk bertransaksi perbankan layaknya nasabah Bank Jatim sekaligus kartu identitas bagi pelaku usaha yang aktif terdaftar di Disperindag Jatim.

“Pemilik kartu ini, yang notabene ditujukan untuk pelaku industri kecil dan menengah (IKM), akan mendapat banyak kemudahan seperti kemudahan mendapatkan kredit dengan bunga ringan dari Bank Jatim, kemudahan pengurusan ijin usaha, serta pemilik kartu ini akan diprioritaskan dalam setiap pameran dan misi dagang yang dilakukan oleh Disperindag Jatim,” ujarnya di sela pengenalan kartu Bank Jatim Indag Card di Kantor Disperindag Provinsi Jatim di Surabaya, Jumat (19/5/2017).

Ira, sapaan akran Diah Irawati, menambahkan dengan memiliki Indag Card, para pelaku IKM bisa didata dengan lengkap serta mendapat berbagai kemudahan fasilitas perbankan dari Bank Jatim. Dalam kartu ini terdapat profil lengkap pengusaha IKM yang sudah menjadi anggota diantaranya nama pemilik usaha, alamat, komoditas yang diproduksi hingga misi dagang yang telah diikuti.

Saat ini untuk tahap awal, Bank Jatim sudah menyalurkan 50 kartu Jatim Indag Card kepada palku IKM di Jatim.

Kepala Disperindag Jatim, M Ardi Prasetiawan, menambahkan dengan kartu ini pihaknya akan bisa merekam database palku IKM di Jatim dengan lebih baik. “Tiap tahun kami melakukan sedikitnya 12 misi dagang ke luar daerah atau luar negeri dengan mambawa 50 pelaku IKM di Jatim. Dengan adanya kartu ini, para peserta misi dagang ini bisa memanfaatkan layanan perbankan dari Bank Jatim serta meningkatkan daya saing mereka dengan kemudahan permodalan dengan bunga ringan,” tuturnya.

Ardi menagatakan saat ini ada sekitar 812 ribu industri di Jatim dimana 90 persennya merupaka kategori IKM. “Dengan kartu ini kita juga bisa tahu IKM-IKM di Jatim ini masih aktif atau tidak,” imbuhnya.

Sementara itu, penyaluran kredit mikro Bank Jatim untuk pembiayaan IKM oleh sampai April 2017 tercatat mencapai Rp 900 miliar. Dengan outstanding mencapai Rp 600 miliar. Bank Jatim sendiri memiliki beberapa skim kredit dengan bunga rendah yang bisa dimanfaatkan pelaku IKM di Jatim diantaranya kredit kemitraan LPDB-KUMKM serta Kredit Loan Agreement.  kbc8

Bagikan artikel ini: