Kejar target 35.000 MW, PLN siapkan siswa dan guru kompeten

Senin, 22 Mei 2017 | 15:56 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Sebanyak 163 Siswa SMK kelas PJB hari ini diwisuda langsung oleh Deputi Menteri bidang Usaha Energi Logistik Kawasan Dan Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah, didampingi Direktur Human Capital Managemen PLN dan Direktur Utama PJB. Acara yang digelar di PJB Kantor Pusat, Jl Ketintang Baru 11 Surabaya ditandai dengan penyerahan ijazah dan sertifikat kompetensi bidang pembangkitan level 1. Bersamaan itu PLN  juga membuka kelas Program Vocational kelas PLN serta menyerahkan penyerahan sertifikat kompetensi guru produktif kepada 15 orang guru.

Kelas PJB adalah hasil kerjasama PJB dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur sejak 2015 lalu. Kerjasama dilakukan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan khususnya bagi pelajar tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Ruang lingkup kerjasama meliputi; pengembangan kompetensi di bidang operation & maintenance pembangkit tenaga listrik bagi siswa SMK, penyusunan kurikulum dan penyediaan instruktur, serta penyediaan sarana dan fasilitas untuk kegiatan praktek/magang. Kurikulum dan modul pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan industri pembangkit tenaga listrik, sehingga siswa yang lulus dari kelas PJB siap kerja di bidang pembangkitan. Bahkan dari 163 wisudawan PJB Class, sebanyak 37 diantaranya sedang menjalani On Job Training (OJT) di PJB.

Seperti diketahui program pembangunan 35.000 MW pembangkit listrik, 46.000 kilometer sirkit jaringan transmisi dan 108 .000 Mega volt ampere gardu induk ditargetkan selesai dalam lima tahun kedepan,tentu hal ini membutuhkan dukungan sumber daya manusia (SDM ) yang kompeten untuk mendukung kebutuhan SDM bidang teknik kelistrikan, peranan pendidikan sekolah menengah sangat strategis untuk menyiapkan tenaga ahli yang kompeten.

“PLN akan memberikan perhatian khusus untuk membantu efektifitas dan peningkatan kualitas SDM terutama sector kelistrikan, karena untuk mengoperasikan infrastruktur kelistrikan butuh SDM yang handal” Ujar Direktur Human Capital Management PLN Muhamad Ali saat acara wisuda 

Di Indonesia saat ini beberapa daerah telah menjalankan Program PJB Class 2017 antara lain SMKN 5 (STM Pembangunan) Surabaya, SMK Dwija Bhakti 1 Jombang, SMKN 1 Kediri, SMKN 1 Gending Probolinggo, SMKN I Bangil Pasuruan, SMKN 2 Kraksaan Probolinggo, SMK PGRI I Gresik dan SMK PGRI 3 Malang. Selain itu, juga SMK Teknologi Balung - Jember, SMKN 2 Probolinggo, SMKN 7 Surabaya, SMKN 1 Wonoasri Kab. Madiun, SMKN 3 Boyolangu Kab. Tulungagung, SMKN 1 Jenangan Kab. Ponorogo dan SMK Brantas Karangkates Kab Malang.

Selain Mewisuda siswa SMK Kelas PJB, PLN juga menyerahkan sertifikat kompetensi kepada Guru SMK yang telah mendapatkan pelatihan di PLN Corporate University.  Penyerahan sertifikat ini dilatarbelakangi oleh Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2016 tanggal 9 September 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan merupakan tindak lanjut dari kerjasama Kementrian ESDM dan Kemendikbud untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja ketenagalistrikan. 

Guna mendukung terciptanya tenaga kerja yang berkualitas tersebut diperlukan Guru-Guru SMK yang handal dan memiliki Knowledge, Skill dan Attitude khususnya untuk Bidang Distribusi dan Bidang Pemanfaatan Tenaga Listrik. Untuk itu dalam program CSR (Corporate Social Resposibillity), PLN mengadakan kerjasama pendidikan dengan SMK terpilih, melalui penandatanganan yang dilaksanakan pada 30 Maret 2017 bersama 3 (tiga) Pemerintahan Provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur tentang Peningkatan Kompetensi Bidang Ketenagalistrikan pada Peserta Didik SMK.

Kegiatan pelatihan bagi guru-guru SMK (Upgrading Guru SMK) tersebut dilaksanakan dengan komposisi 30% teori dan 70% praktek, harapannya akan memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kompetensi baik bagi Guru maupun Peserta didik nantinya.

"PLN ikut terlibat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa baik melalui penyediaan dan penyaluran tenaga listrik untuk pelanggan maupun masyarakat umum, sekaligus ikut terlibat langsung dalam proses transfer knowledge, skill dan attitude pada bidang ketenagalistrikan kepada guru dan Siswa SMK." Imbuh  Muhamad Ali.

SMK yang terpilih menjadi Pilot Project dalam Program ini adalah SMKN 26 Jakarta, SMKN 5 Jakarta, SMKN 2 bogor dan SMK PGRI 3 Malang, yang secara keseluruhan melibatkan 110 Siswa dan 30 Orang guru.

 

Pada kesempatan tersebut, Edwin mengatakan bahwa saat ini pemerintah tengah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan melalui program 35.000 MW. Program tersebut sepertinya mustahil karena sejak 70 tahun Indonesia merdeka hanya bisa membangun pembangkit dengan total kapasiitas sebesar 45.000 MW dan hanya bisa mencapai rasio elektrifikasi sebesar 84%. Melalui program percepatan pembangunan 35.000 WM, diharapkan rasio elektrifikasi Indonesia bakal mencapai 97%.

“Sepertinya tidak masuk akal tetapi ini harus dilakukan. Karena kelistrikan tidak hanya berbicara untuk proses produksi dan menerangi perkantoran, tetapi juga berbicara tentang keadilan sosial. Indonesia sudah merdeka selama 70 tahun tetapi masih banyak masyarakat yang belum bisa menikmati listrik. Listrik tidak hanya untuk produksi tetapi juga untuk keadilan sosial, untuk ketahanan serta keamanan republik,” tegas Edwin.

Untuk merealisasikan proyek 35.000 MW tersebut menurutnya memang sangat berat, apalagi dengan keterbatasan dana. Tetapi itu bisa diatasi jika dilakukan dengan baik, singkat dan transparan serta SDM yang handal. Untuk itulah kerjasama dengan semua pihak, utamanya dengan lembaga pendidikan sangat penting.

“Semua yang kita terapkan, kita targetkan, dan kita inginkan tidak akan tercapai tanpa bantuan SDM yang tangguh” pungkasnya. kbc6

Bagikan artikel ini: