Tambah 200 gerai, Mitra Adiperkasa siapkan capex Rp750 miliar

Rabu, 24 Mei 2017 | 09:16 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perusahaaan retail PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) bertekad untuk menjaga rata-rata pertumbuhan per toko alias same sales store growth (SSSG) pada level 5% tahun ini. Angka ini meningkat dibandingkan perolehan SSSG tahun lalu sebesar 3%.

Director Corporate Communication Mitra Adiperkasa Fetty Kwartati mengatakan, pihaknya akan terus melakukan ekspansi dengan menambah kurang lebih 200 gerai dengan luas lahan 70.000 square meters (sqm).

“Nanti, 70.000 sqm itu pembagiannya, 40.000 sqm untuk specialty stores, 20.000 sqm untuk Department Store, sedangkan sisanya 10.000 sqm untuk Food & Beverage,” terangnya dalam paparan publik di Hotel Ayana, Jakarta, Selasa (23/5/2017).

Untuk merealisasikan target tersebut, perseroan menggelontorkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp750 miliar. Total capex tersebut berasal dari kas internal perusahaan.

“Dari 70.000 sqm itu, separuh di luar Jakarta, tersebar di kota-kota di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga luar negeri di Vietnam,” tambahnya.

Di samping itu, perseroan berencana untuk menutup gerai Lotus dan Dabenhams yang dinilai kurang produktif. Tahun lalu Mitra Adiperkasa telah menutup 1 gerai Dabenhams dan tahun ini perseroan memutuskan untuk mengurangi 2 gerai Lotus. Guna mengukur produktivitas Dabenhams dan Lotus, perseroan menggandeng Boston Consulting Group (BCG).

“Performance yang tidak menguntungkan ditutup saja. Lotus masih ada 3 dan Debenhams 2. Kita review secara komprehensif. Konsultan masih bekerja,” terangnya.

Fetty menegaskan bahwa dengan penutupan gerai Lotus dan Dabenhams tidak akan berimbas kepada kontribusi penjualan. Saat ini, Mitra Adiperkasa tercatat memiliki 24 Department Store dari 27 Department Store. Dengan segala upaya efisiensi itu, perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan bersih sebesar 13-14% bottomline.

“Ada seleksi, restrukturisasi, penutupan store jadi bottom line dan topline akan lebih baik. Tren tertinggi penjualan di kuartal IV dibandingkan kuartal yang lain. Kuartal I yang paling rendah. Kuartal IV dan kuartal yang ada lebaran,” tukas dia. kbc10

Bagikan artikel ini: