Tiga konglomerat RI ini masuk daftar 150 miliarder Bloomberg, berapa kekayaanya?

Selasa, 30 Mei 2017 | 08:42 WIB ET

NEW YORK, kabarbisnis.com: Bloomberg Billionaires Index yang mengukur peringkat orang terkaya di dunia, pada Senin (29/5/2017) merilis daftar 500 orang paling tajir di muka bumi. Dalam daftar tersebut, tiga orang pengusaha Indonesia masuk dalam 150 daftar Bloomberg Billionaires Index. Siapa saja mereka?

Mengutip dari Bloomberg, nama Robert Budi Hartono, pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah, 28 April 1941 menempati ranking 134 dengan kekayaan bersih USD9,93 miliar atau setara Rp132,23 triliun (estimasi kurs Rp13.316/USD). Kekayaan bos Djarum dan BCA ini dalam setahun terakhir bertambah USD1,38 miliar atau 16,1% yaitu setara Rp18,37 triliun.

Sementara itu sang kakak, Michael Bambang Hartono, kelahiran Kota Kudus, Jawa Tengah, 2 Oktober 1939 berada di peringkat 142, dimana pundi-pundi uangnya bertambah USD1,34 miliar atau sekitar 16,3%, dengan kekayaan bersih USD9,56 miliar.

Nama lainnya datang dari pesaing Djarum, yaitu Gudang Garam. Tan Siok Tjien, perempuan yang merupakan isteri dari mendiang pendiri Gudang Garam, Surya Wonowidjojo, berada di peringkat 140.

Ibu lima anak ini kekayaannya bertambah USD1,35 miliar atau 16,3%, sehingga kekayaan bersihnya menjadi USD9,61 miliar atau setara Rp127,97 triliun.

Sementara itu berdasar nama 150 orang teratas dari daftar 500 orang terkaya, tercatat ada enam pengusaha dari Asia Tenggara. Urutan paling tinggi adalah Henry Sy Senior, 92 tahun, dari Filipina berada di peringkat 53. Pengusaha real estat, industriawan, dan bankir itu memiliki kekayaan bersih USD17,1 miliar.

Berikutnya Robert Kuok, 93 tahun, dari Malaysia di peringkat 65, dengan kekayaan bersih USD15,4 miliar. Ia dikenal sebagai Raja Gula di Asia, bekas teman sekelas perdana menteri pertama Singapura Lee Kuan Yew, dan pemilik usaha Grup Wilmar serta jaringan hotel Shangri-La di Asia.

Nama bos TCC Group dan Fraser and Neave Ltd (F&N) Charoen Sirivadhanabhakdi, 73 tahun, berada di peringkat 79. Raja industri makanan dan minuman asal Thailand--menguasai 68% pasar industri makanan dan minuman di Negeri Gajah Putih--ini memiliki kekayaan bersih USD13,9 miliar. kbc10

Bagikan artikel ini: