Safari ke Banyuwangi, La Nyalla buka bareng anak yatim sampai borong kopiah bambu

Kamis, 01 Juni 2017 | 09:08 WIB ET

BANYUWANGI, kabarbisnis.com: Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti melanjutkan safari Ramadan ke Banyuwangi setelah sebelumnya menyambangi sejumlah daerah di Jatim. La Nyalla melakukan serangkaian kegiatan di Banyuwangi, Rabu (31/5).

La Nyalla mendarat di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, Rabu (31/5). Dia kemudian bertemu dengan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dan diajak melihat-lihat kondisi Bandara Banyuwangi.

”Aksesibilitas adalah faktor penting kemajuan daerah, seperti Banyuwangi ini contohnya. Seharusnya di Jatim perlu ada beberapa pembangunan bandara yang harus dipercepat, terutama untuk wilayah selatan itu harus dipercepat. Kemudian beberapa bandara yang sudah ada seperti di Sumenep dan Bawean Gresik ya harus dioptimalkan, pemerintah harus turun tangan secara kreatif agar bandara hidup dan menggerakkan ekonomi lokal,” papar La Nyalla.

La Nyalla kemudian menggelar buka bersama di Pendopo Balai Desa Gintangan. Di sana, La Nyalla menyampaikan santunan kepada anak yatim dan warga yang membutuhkan. La Nyalla menyampaikan kepada warga agar memanfaatkan momentum bulan Ramadan untuk memperbaiki diri.

“Ramadan ini bulan berbenah. Kita introspeksi, becermin, mengambil hikmah, untuk kemudian menatap hari-hari esok dengan semangat dan lembaran baru yang lebih baik lagi,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, La Nyalla mengunjungi sentra kerajinan bambu Desa Gintangan. Desa tersebut memang dikenal sebagai kawasan kerajinan bambu yang produknya sudah dikirim ke berbagai kota besar di Indonesia.

La Nyalla pun membeli kopiah anyaman bambu. Dia mencobanya, dan memuji karya kreatif para perajin setempat. “Ini bagus sekali, nyaman dipakai. Saya dan Kadin Jatim akan mempromosikan ini agar semakin laris,” papar La Nyalla.

Di Banyuwangi, La Nyalla juga bersilaturahim ke sejumlah pesantren. Dia berdialog dengan jajaran pengurus Nahdlatul Ulama (NU) setempat. “Kami membicarakan masalah-masalah keumatan. Kadin Jatim sebagai tempatnya pengusaha tentu punya kewajiban moral untuk membantu menyelesaikan problem di masyarakat,” kata La Nyalla.

Terkait safarinya ke berbagai daerah di Jatim, La Nyalla kembali menegaskan tak ada kaitannya dengan Pilgub Jatim yang akan digelar tahun depan. Meski banyak yang mendorongnya maju ke ajang pesta demokrasi itu, La Nyalla memilih tak banyak berkomentar.

”Yang bisa saya katakan, memang ada cukup banyak elemen masyarakat yang meminta saya untuk ikut maju dalam Pilgub Jatim 2018. Ada ulama, tokoh masyarakat, guru, pengusaha, dan ormas-ormas. Tapi saya hanya bisa jawab bahwa saya perlu salat istikharah dulu,” pungkasnya. kbc9

Bagikan artikel ini: