Muda dan cantik, kakak beradik ini sukses besarkan bisnis Vanilla Hijab

Selasa, 06 Juni 2017 | 11:06 WIB ET

SAAT ini hijab sudah tidak lagi menjadi sebuah penutup kepala saja, namun kini hijab sudah menjadi sebuah trend. Trend hijab mengalami perkembangan yang pesat sehingga model hijab semakin beragam. Semakin banyaknya orang yang berhijab tentu ini menjadi sebuah peluang bisnis yang menjanjikan untuk digeluti.

Pengusaha muda yang sukses dalam bisnis hijab ini adalah kakak beradik yaitu Intan Kusuma Fauzia dan Atina Maulia. Mereka membangun bisnis hijab dengan nama Vanilla Hijab. Awalnya kakak beradik ini hanya iseng saja berjualan hijab hanya untuk mengisi waktu luang mereka.

Perjalanan Vanilla hijab dimulai dari Atina Maulia yang awalnya seorang mahasiswi di Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) Institut Teknologi Bandung (ITB). Dikarenakan menderita sakit yang agak berat, akhirnya dia harus kembali pulang ke Jakarta. Nah! Dari kejadian inilah selanjutnya yang membuat dia terinspirasi menjalani bisnis online.

Sang kakak, Intan Kusuma Fauzia menceritakan bahwa tahun 2012, lima tahun lalu yang lau, Atina memperhatikan dan mengevaluasi bahwa bisnis berjualan hijab secara online memiliki peluang bisnis yang cukup besar. Selanjutnya berdasarkan keyakinan dan tekadnya untuk mandiri , dia pun mendirikan Vanilla Hijab. Sebuah bisnis online baju muslimah.

“Di tengah-tengah pergulatannya setelah pindah dari ITB jurusan perminyakan dikarenakan sakit ke Jakarta, Atina memutuskan untuk keluar dari sakitnya dan tidak mau putus asa dengan kondisinya. Dia merasa bisnis hijab mudah untuk dijalankan dan peluangnya cukup besar di pasar online Indonesia. Inilah sejarah berdirinya Vanilla Hijab,” tutur Intan.

Atina yang baru berusia 23 tahun itu kemudian didapuk sebagai Founder Vanilla Hijab. Sedangkan Intan dipercaya menjadi CEO-nya. Kakak beradik ini kemudian mengembangkan bisnis online-nya dengan berjualan baju. Alasannya, untuk menunjang kebutuhan fesyen pembeli yang berhijab.

“Konsep one stop shopping solution menjadi dasar pengembangan bisnis baju, yaitu Vanillaforclothing. Dengan kondisi customer yang sudah loyal terhadap brand Vanilla, maka bisnis baju merupakan sebuah peluang yang dapat dikembangkan,” terangnya.

Meski kini akun Instagram @vanillahijab sudah memiliki lebih dari 615 ribu followers, perempuan kelahiran 22 Mei 1992 itu mengaku, menghadapi berbagai tantangan dan hambatan dalam bersaing dengan pengusaha online lainnya. Hal ini diakali dengan menggunakan strategi persaingan harga, termasuk mempertahankan kualitas dan kepercayaan konsumen.

“Cara strategi harga dilakukan lantaran target market Vanilla tergolong pasar price sensitive. Alhasil, saat ini dalam satu bulan kami rata-rata mendapat orderan hijab 12 ribu pcs dan baju 6.000 pcs,” ujarnya.

Intan mengungkapkan, produk buatan Vanilla Hijab merupakan produk bikinan sendiri yang dibuat oleh sumber daya manusia (SDM) asli Indonesia. Ciri khas produknya, yakni berwarna pastel. Menurut Intan, inspirasinya selama ini adalah desainer-desainer hijab terkenal.

“Inspirasi desain Vanilla Hijab adalah dari desainer-desainer hijab di mana kami melakukan modifikasi dan juga kombinasi yang sesuai dengan tren masa kini dengan tetap mempertahankan ajaran Islam,” tutur alumnus PPM School Of Management itu. kbc10

Bagikan artikel ini: