Gerinda, PKS, Golkar jajaki koalisi besar di Pilgub Jabar

Kamis, 15 Juni 2017 | 12:20 WIB ET

PURWAKARTA, kabarbisnis.com: Partai Gerindra dan Partai Golkar menjajaki kemungkinan membangun koalisi dalam menghadapi Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) 2018. Hal ini ditandai dengan langkah Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Ferry Juliantono yang menemui Bupati Purwakarta sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Jabar, Dedi Mulyadi, di rumah dinasnya, Jalan Gandanegara No 25 Purwakarta, Rabu (14/6). Sebelumnya, Dedi juga telah bertemu dengan Ketua DPD Partai Gerindra Jabar, Mulyadi.

Ferry mengaku kedatangannya ke Purwakarta untuk bersilaturahmi dengan Kang Dedi, sapaan Dedi Mulyadfi sekaligus membahas tentang konstelasi politik jelang Pilgub Jabar yang akan digelar Juni 2018 mendatang.

"Saya silaturahmi. Sengaja mampir, kan Kang Dedi sahabat saya, kawan seperjuangan saya. Tadi banyak yang dibahas, termasuk tentang dinamika politik di Jawa Barat," ungkap Ferry dalam siaran pers.

Ferry tak membantah pertemuannya dengan Dedi untuk membahas rencana koalisi besar yang akan diinisiasi oleh Gerindra bersama PKS. Meskipun dua partai tersebut telah bersepakat, pihaknya mengaku masih terbuka untuk partai lain termasuk Partai Golkar.

"Iya salah satunya itu, penjajakan koalisi. Kemarin Pak Mulyadi ke sini, tidak mungkin kalau tidak menjajaki koalisi. Kami terbuka untuk partai lain, termasuk Partai Golkar, PKB, dan yang lainnya," katanya.

Ferry mengungkapkan, dalam koalisi besar ini, pihaknya mendorong Dedi Mulyadi menjadi kandidat yang akan diusung sebagai Gubernur Jawa Barat. Dorongan tersebut bukan tanpa alasan. Dipaparkan Ferry, Dedi merupakan sosok yang dinilai berpengalaman mengolah kebijakan yang prorakyat dan memahami persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat Jawa Barat. Selain itu, elektabilitas Dedi juga paling tinggi di antara tokoh partai lain di Jawa Barat.

"Tidak ada yang meragukan kapasitas Kang Dedi. Potensi beliau luar biasa. Grafik elektabilitasnya terus naik. Beliau seorang tokoh yang sangat memahami psikologi pemilih masyarakat Jawa Barat, juga memahami Jawa Barat-nya sendiri. Indikatornya, ini pembangunan Purwakarta, lihat saja sendiri," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dedi mengatakan, skema koalisi harus dibangun atas dasar kesamaan visi dan misi membangun Jawa Barat. Poros Jabar yang digulirkan Golkar bersama Partai Hanura dan PAN juga didasarkan pada kesamaan tujuan membangun Jawa Barat.

"Politik itu dinamis ya. Poros Jabar sudah dibangun dalam upaya membangun Jawa Barat, untuk kesejahteraan masyarakatnya. Kami juga terbuka dengan siapa pun, saya terima kasih kepada Gerindra yang sudah berkenan turut membicarakan masalah Jawa Barat bersama saya, ini suatu kehormatan," kata Dedi. kbc9

Bagikan artikel ini: