Ika MM Ciputra: Merajut sinergi ciptakan pengusaha berdaya saing

Senin, 19 Juni 2017 | 15:15 WIB ET

MESKI berbentuk ikatan yang gerak organisasinya cenderung cair, Ikatan Alumni (IKA) Magister Manajemen Universitas Ciputra tidak beraktivitas ala kadarnya. IKA MM Ciputra selalu serius menyiapkan dan mengeksekusi program kerjanya.

Mayoritas anggota IKA MM UC bergerak di bidang bisnis yang menyita waktu, tapii itu tak berarti aktivitasnya lesu darah. Berbagai kegiatan, bahkan yang berskala besar, digelar. Semua aktivitas komunitas, kata sang ketua, Edra Brahmantya, diarahkan untuk meningkatkan skill para anggotanya yang mayoritas adalah pengusaha. Sehingga, dengan aktif di IKA MM UC, otomatis skill anggotanya juga bisa terdongkrak.

”Kami ingin mempererat silaturahim antara mahasiswa dan alumni MM-UC, sivitas Universitas Ciputra, dan Yayasan Ciputra dengan tetap mengedepankan misi utama kampus untuk menciptakan entrepreneur berkelas dunia,” ujar Edra.

Untuk itu, sambung Edra, beragam kegiatan pun digelar oleh IKA MM UC untuk meningkatkan skill and knowledge business anggotanya. “Sehingga IKA MM UC bermanfaat bagi anggotanya, dan secara tidak langsung bermanfaat bagi masyarakat luas. Karena dengan anggota kami yang skill-nya meningkat, otomatis bisnisnya bisa terus berkembang dan memberi dampak positif bagi masyarakat,” papar Edraa.

Edra menyebut, anggota IKA MM UC berlatar belakang pengusaha dengan berbagai bidang bisnis, mulai dari perkebunan, jasa kesehatan, pertanian, kehutanan dan perikanan, pertambangan, industri kimia, industri elektronika, industri sukucadang otomatif, energi terbarukan, dan industri furniture. Ada pula yang berbisnis pariwisata, jasa konstruksi sipil dan mekanikal, jasa konsultasi, industri plastik, jasa pengadaan, jasa keuangan, distributor, kuliner, industri kreatif dan jasa-jasa lainnya.

Salah satu kegiatan yang baru saja dihelat IKA MM UC adalah meningkatkan kesadaran branding untuk para anggotanya. IKA MM UC mendorong kesadaran para pelaku usaha di tingkat lokal untuk membangun branding. Dengan strategi dan eksekusi branding yang baik, potensi lokal bisa terangkat, sehingga dapat memberi nilai tambah ekonomi ke masyarakat dan pelaku usaha.

"Selama ini, kita tahu bahwa potensi lokal sangat banyak, namun tidak disentuh dengan strategi branding yang tepat. Sehingga potensi itu belum bisa dioptimalkan," kata Edra.

Berangkat dari kesadaran itulah, IKA MM Universitas Ciputra mengajak para generasi muda dan pelaku usaha untuk membangun kesadaran branding. Seminar tentang itu pun digelar dengan menghadirkan para akademisi dan praktisi yang teruji, di antaranya adalah Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, pakar branding Danton Sihombing, dan praktisi bisnis properti Miftachul Amin.

"Kesadaran branding ini harus terus didorong, terus diamplifikasi ke banyak kalangan. Karena itu kami menggelar seminar yang diikuti ratusan peserta yang mayoritas adalah pelaku usaha untuk membangun kesadaran branding," jelas Edra. kbc4

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: