‎Verifikasi petani penerima pupuk bersubsidi se-Jawa tuntas akhir Juni

Senin, 19 Juni 2017 | 16:43 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Pertanian (Kementan)  menargetkan hingga akhir Juni 2017 sudah memperoleh hasil verifikasi data petani berbasis kelompok yang akan diikutsertakan dalam Kartu Tani. Pemanfaatan kartu tani dibutuhkan sebagai alat kontrol pemerintah untuk mendistribusikan alokasi pupuk bersubsidi. 

Untuk uji coba pemerintah menetapkan di lima provinsi yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Untuk sementara, jumlah petani di seluruh Jawa mencapai 10.311.293 petani. 

Dirjen Sarana dan Prasarana Kementan Pending Dadih Permana menuturkan penetapan alokasi pupuk bersubsidi dikeluarkan dinas kabupaten/kota pertanian menetapkan alokasi pupuk bersubsidi. Data petani ini nantinya diserahkan kepada pihak bank. "Bank yang akan mencetak kartu tani dan diserahkan kepada petani," ujar Pending di Jakarta, Senin (19/6/2017).

Sedianya dengan  Kartu Tani ini, petani akan mengetahui jumlah alokasi pupuk bersubsidi dan menebus pupuk bersubsidi sesuai kuota yang diberikan. "Misalnya petani diberikan kuota pupuk urea sebesar 100 kilogram (kg). Apabila petani hanya membutuhkan pupuk urea 40 kilogram ,maka di data di kartu hanya tertulis 60 kilogram. Kalau petani ingin menggesek diluar kuota itu tidak bisa," ujar Pending.

Untuk wilayah Jatim, sambung Pending, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk ditunjuk untuk mendistribusikan Kartu Tani hingga kini sudah terdistribusi kepada 568.000 petani terverifikasi.Adapun di Jatim sendiri jumlah petani yang terdata mencapai 3.673.349 juta jiwa.

Para petani tersebut mendapatkan pasokan pupuk yang diproduksi  PT Pupuk Kaltim dan PT Petrokimia Gresik. Pupuk tersebut disalurkan ke seluruh Jawa Timur melalui 6.883 pengecer pupuk. 

Asal tahu saja,Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membagi wilayah kerja alokasi Kartu Tani di Jawa kepada empat bank BUMN. Bank Bank Tabungan Negara (BTN) mendistribusikan ke wilayah Banten.Pendistribusian Kartu Tani di Jawa Barat diberikan kepada Bank Mandiri. 

Sementara Bank BRI membawahi wilayah kerja Jawa Tengah dan Daerah Khusus Ibukota Jogjayakarta.Selain sebagai identitas petani dan menembus pupuk bersubsidi,Pending menambahkan penggunaan Kartu Tani ini juga dimanfaatkan sebagai penebusan sarana produksi pertanian lainnya. Bukan hanya itu petani juga menggunakan Kartu Tani sebagai penerima pinjaman, bantuan dan tabungan serta penjualan hasil panen.

"Misalnya,apabila mereka tengah menjual gabahnya kepada Bulog,"pungkasnya. kbc11

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: