REI target bangun 210 ribu unit rumah murah dii tahun ini

Rabu, 21 Juni 2017 | 10:08 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) menargetkan pembangunan 210.000 unit rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di seluruh Indonesia. Guna mencapai target tersebut, berbagai terobosan dilakukan dari sisi permintaan (demand) maupun pasokan (supply).

Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata mengatakan, titik fokus pembangunan rumah rakyat akan diprioritaskan pada empat target pasar yakni PNS, TNI/Polri, pekerja di sekitar kawasan industri, dan kelompok masyarakat sektor informal. Dengan target pasar tersebut, dirinya memastikan bahwa ke depan lebih dari 50% orientasi pembangunan rumah oleh anggota REI akan menyentuh penyediaan rumah untuk MBR.

"Kami akan mendukung penuh pencapaian target pemerintah dalam membangun satu juta rumah. Kami akan mengerahkan semua potensi yang ada untuk memenuhi komitmen tersebut," jelasnya di Jakarta, Selasa (20/6/2017).

Dari sisi demand, REI dalam tempo singkat telah berhasil membuat program kerjasama penyediaan rumah rakyat yang terintegrasi dengan berbagai pihak yang menjadi target pasr rumah rakyat. Dengan begitu, seluruh komponen penting yang bisa mendorong sisi permintaan telah diberdayakan oleh REI.

Untuk dapat menjangkau pasar prajurit TNI/Polri, REI telah menjalin kerjasama pembangunan rumah rakyat dengan yayasan kesejahteraan pendidikan dan perumahan (YKPP) dan Mabes Polri. Sedangkan untuk pasar PNS, sudah dilakukan MoU dengan Korpri dan Bapertarum-PNS yang mem-backup pembiayaan. Terakhir, REI telah menandatangani kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam penyediaan rumah bagi pekerja.

Sementara untuk target pasar kelimpok masyarakat disektor informal, pihaknya masih menunggu regulasi pembiayaan yang lebih rinci sebelum masuk menyasar segmen pekerja formal.

"REI mendorong lahirnya skim-skim pembiayaan yang memungkinkan kelompok pekerja sektor informal ini dapat membeli rumah," ujarnya.

Hal ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, merujuk data BPS, terungkap bahwa jumlah pekerja di sektor informal per Februari 2017 mencapai 58,35% dari jumlah pekerja di Indonesia yang diperkirakan sekira 140 juta jiwa. Ini berarti ada potensi pasar perumahan sekira 80 juta orang dari sektor informal yang dipastikan mampu menuntaskan angka kekurangan (backlog) rumah yang sekarang disebut-sebut mencapai lebih dari 11,4 juta unit. kbc10

Bagikan artikel ini: