Dukung peningkatan usaha menengah kecil, KAI Daop 8 buka Pojok UMKM

Rabu, 05 Juli 2017 | 19:01 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 8 (Daop 8) menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kinerja Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan membuka Pojok UMKM di Stasiun Gubeng.

“Kami dari PT KAI sangat mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kinerja UMKM. Karena perekonomian harus dibangun dengan rasa kebersamaan dan saling mendukung,” ujar Kepala PT KAI Daop 8 Dadan Rudiansyah saat peresmian Pojok UMKM di Stasiun Gubeng Surabaya, Rabu (5/7/2017).

Sedikitnya, ada sekitar 10 pelaku usaha kecil menengah yang telah bergabung dengan membuka stand makanan dan minuman di Pojok UMKM. Selain bisa meningkatkan kinerja UMKM yang telah bergabung, langkah ini juga dimaksudkan untuk memberikan pelayanan lebih kepada penumpang kereta api, khususnya kelas ekonomi karena harga jual berbagai menu yang ada sangat terjangkau.

“UMKM Ini juga akan menyentuh masyarakat kecil karena sebagian besar pengguna kereta api inj adalah masyarakat kelas menengah bawah. Sehingga langkah ini juga sebagai upaya KAI untuk melayani penumpangnya dimana sebagia besar adalah masyarakat menengah bawah,” tambahnya.

Selain di Daop 8, Pojok UMKM juga telah dibuka di Daop 1, tepatnya di stasiun Gambir. Dan ia berharap, Pojok UMKM ini juga akan dibuka di seluruh stasiun di wilayah Daop 8. “Kalau sekarang yang memungkinkan itu di Stasiun Pasar Turi. Karena di sana ada lahan yang lumayan luas,” tambah Dadan.

Untuk lebih mengenalkan perkeretaapian kepada pelanggan, maka nama stan di Pojok UMKM diambil dari nama kereta api di antaranya stand Bima, Stan Turangga, Mutiara, Sancaka, Jayabaya, Logawa, Gaya Baru dan Pasundan. Selain itu juga ada stan RaiLexpress dan Sri Tanjung.

Ketua UMKM PT KAI Daop 8 Gubeng, Pungki Priambodo mengatakan sangat berterimakasih atas langkan KAI untuk merekrut UMKM di sekitar Stasiun karena sangat membantu para UMKM untuk terus berkembang. Selain itu ini juga sebagai upaya menuju masyarakat Surabaya Sejahtera.

“Mereka yang bergabung di sini benar-benar UMKM. Karena untuk mendaftar harus ada surat keterangan dari Kelurahan setempat,” kata Pungki.

Ia berharap UMKM yang dibina ini bisa mengangkat nama besar PT KAI, khusus Daop 8 agar bisa menjadi percontohan. “Sehingga di tempat lain bisa lebih mudah perijinanya dan teman UMKM daerah bisa juga bekerjasama,” pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: