BUMN konstruksi ini dikucuri duit Rp200 miliar oleh BNI Syariah

Selasa, 11 Juli 2017 | 06:27 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: BUMN konstruksi PT Brantas Abipraya (persero) mendapatkan pinjaman Rp200 miliar dari BNI Syariah untuk memperkuat modal kerja pengerjaan proyek-proyek infrastruktur yang kini tengah ditangani perseroan.

Saat ini, PT Brantas Abipraya terus memacu penyelesaian proyek pembangunan infrastruktur Wisma Atlet di Jakarta maupun di Jakabaring, Palembang dan renovasi venue olahraga di kawasan Komplek Gelora Bung Karno (GBK) untuk mendukung Asian Games XVIII 2018 dan target penyelesaiannya pun masih sesuai jadwal.

Tak tanggung-tanggung, ingin menunjukkan keahliannya di bidang infrastruktur pada even prestisius yaitu perhelatan olahraga terbesar kedua setelah Olimpiade, Abipraya mengerjakan empat proyek sekaligus. Berkomitmen memberikan yang terbaik, kesemua proyek akan diselesaikan tepat waktu.

“Wisma Atlet Kemayoran ditargetkan dapat selesai Agustus tahun ini, Wisma Atlet Jakabaring tinggal PHO saja dan untuk penataan kawasan di Komplek GBK yaitu rancang dan bangun renovasi Stadion Tenis Indoor dan Outdoor optimis selesai pada Juni ini,” ujar Satiyobudi Santoso, General Manager Divisi 1 Brantas Abipraya.

Sementara itu berkontribusi mengurangi kemacetan di periode mudik Lebaran tahun ini, Juni lalu ruas jalan Brebes – Tegal yang biasa ramai dilewati pemudik sudah dilengkapi flyover yang dapat dilewati selama mudik lebaran. Pasalnya Flyover Kesambi garapan PT Brantas Abipraya (Persero) yang dibangun di atas lintasan kereta api tersebut telah rampung dikerjakan sesuai target.

“Diharapkan dengan adanya jembatan layang sepanjang 470 meter ini, dapat memecah kepadatan dan pemudik tidak lagi menghadapi kemacetan yang kerap terjadi di ruas perlintasan kereta api tersebut,” jelas Dody Setiawan, General Manager Divisi 2 Brantas Abipraya.

Sementara itu dari pihak BNI Syariah, dipaparkan bahwa sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur, BNI Syariah berkontribusi dalam memberikan pembiayaan sebesar Rp 200 miliar untuk keperluan modal kerja pengerjaan proyek seperti pengairan, bendungan atau waduk, pembangunan gedung, pembangunan jalan toll, pembangunan jembatan dan lain – lain. kbc9

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: