Kadin tarik Turki tanam investasi di Jawa Timur

Kamis, 13 Juli 2017 | 16:58 WIB ET

SURABAYA kabarbisnis.com: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur kian serius menggaet investor untuk menanamkan investasinya ke Jawa Timur, termasuk kepada Duta Besar Turki untuk Indonesia, Mr. Dr. M.K. Sander Gurbuz.

Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattaliti mengatakan bahwa berbisnis dan berinvestasi itu layaknya bermain catur. Ada strategi yang harus dimainkan agar bisa mencapai target yang diharapkan. “Dalam hal kerjasama dengan Turki, harus dilihat apa yang dibutuhkan mereka dan apa kelebihan kita,” ujar La Nyalla usai menemui Dubes Turki untuk Indonesia, Mr. Dr. M.K. Sander Gurbuz di Graha Kadin Jatim, Surabaya, Kamis (13/7/2017).

Menurutnya, ada banyak peluang bisnis dan investasi yang bisa dikerjasamakan dengan Turki, mulai dari energi, pariwisata hingga sektor pendidikan dan penerbangan. Apalagi Turki memiliki latar agama yang sama dengan Indonesia yang mayoritas Islam. Tetapi karena ketidaktahuan mereka tentang Jatim, maka nilai investasi dan perdagangan mereka dengan Jatim sangat kecil.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Bidang Investasi, Turino Junaedy bahwa sejauh ini investasi Turki di Jatim memang masih sangat kecil. Di sektor perdagangan pun juga sama, ekspor Jatim ke Turki dalam setiap tahun rata-rata hanya sekitar US$ 87 juta hingga US$ 94 juta dan kontribusinya tidak sampai 1% dari total ekspor Jatim.

Data Kementerian Perindustrian RI menunjukkan bahwa realisasi ekspor Jatim ke Turki pada 2016 mencapai US$ 93,50 juta. Realisasi tersebut hanya berkontribusi sebesar 0,49% dari total ekspor Jatim di 2016 yang mencapai US$ 18,952 miliar.

“Makanya kita berupaya mengenalkan mereka tentang Jatim, tentang potensi bisnis dan investasi yang bisa dikerjasamakan. Dan ternyata mereka sangat antusias. Apalagi kemarin Pak Jokowi sudah melakukan lawatan ke Turki untuk mempererat kerjasama dengan mereka,” tambahnya.

Hanya saja, Turino menegaskan, ada beberapa catatan yang harus diperhatikan pemerintah agar investor tak lari, salah satunya adalah dengan memangkas perijinan yang berbelit. “Walaupun sudah disederhanakan, tetapi masih ada 52 item ijin untuk industri. Kami mengusulkan hanya 10 ijin. Karena untuk menyelesaikannya membutuhkan waktu sekitar 2 tahun atau bahkan lebih," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dubes Turki untuk Indonesia, Mr. Dr. M.K. Sander Gurbuz mengatakan bahwa Turki adalah negara yang memiliki banyak potensi yang bisa dikerjasamakan, diantaranya industri galangan kapal, industri pariwisata dan pendidikan. Bahkan untuk sektor wisata, Turki masuk kategori negara dengan potensi wisata terbesar ke 4 di dunia.

“Pak Jokowi kemarin sudah datang ke Turki melakukan penandatanganan kerjasma dan saya datang untuk menindaklanjuti dengan meningkatkan perdagangan dan investasi kami disini,” ujar Sander.

Ia juga mengaku sangat terkesan dengan sambutan pelaku usaha dan pemerintah di Jawa Timur. Pemerintah dan pengusaha Jatim menurutnya sangat terbuka dan memberikan banyak kemudahan agar investor mau menanamkan invesatasinya disini. “Kondisi politik Jatim sangat kondusif. Dan kita juga sama-sama negara Islam,” ujarnya.kbc6

Bagikan artikel ini: