KAI bakal fasilitasi kursi tidur di kereta eksekutif jarak jauh

Jum'at, 14 Juli 2017 | 20:44 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI berencana menghadirkan kursi tidur untuk perjalanan jarak jauh. Direktur Utama KAI Edi Sukmoro menuturkan, rencana ini disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

"Kami akan mencoba untuk memesan ke Inka. Jadi, kursinya bisa diubah tidur, seperti kelas bisnis di pesawat, kalau peminat banyak kami akan tambah," ujarnya, Jumat (14/7/2017).

Rancangan tersebut akan diujicoba terlebih dahulu pada sekitar 30-40 kursi KA eksekutif jarak jauh untuk rute-rute utama, seperti Surabaya dan Yogyakarta.

Ia menjelaskan, kebutuhan masyarakat semakin meningkat, terutama dalam hal kenyamanan, sehingga pelayanan juga dituntut untuk lebih baik. "Jadi, nanti penumpang bisa istirahat, ketika sampai bisa langsung bekerja," kata Edi seperti dikutip dari Antara.

Selain itu, operator kereta pelat merah ini juga tengah menjajaki pembelian kereta kecepatan menengah (middle speed) dengan kecepatan maksimal 160 kilometer per jam.

Namun demikian, kecepatan operasinya nanti hanya ribatasi sekitar 110 kilometer per jam mengingat masih banyaknya perlintasan sebidang.

Edi mengatakan, setiap tahunnya, KAI menambah tiga rangkaian kereta sebagai upaya peremajaan. Tetapi, harus didukung dengan prasarana yang memadai karena saat ini ketergunaanya sudah padat, ditambah masih menyatu dengan kereta rel listrik (KRL).

"Untuk itu, kami terus menunggu pengerjaan jalur 'double double track' karena jalur yang sekarang sudah jenuh, sarana sudah tidak bisa ditambah lagi," terang Edi.

Terkait kereta premium, Direktur Komersial dan Teknologi Informasi Kuncoro Wibowo mengungkapkan, KAI tengah memesan sebanyak 438 kereta hingga akhir tahun nanti, dan dilakukan secara bertahap.

Kuncoro mengaku, penumpang cukup penyambut baik adanya kereta premium tersebut karena kursi bisa disesuaikan dengan kebutuhan, jarak kaki lebih luas dan desain lebih bagus.

"Sebanyak 438 kereta ini akan muncul pelan-pelan kami sudah pesan sama Inka dan akan dikirim sampai akhir tahun. Opini masyarakat sangat bagus terhadap kereta premium ini," imbuhnya.

Pun demikian, kereta ekonomi tetap ada untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang masih mengandalkan kereta tersebut. "Ekonomi itu tetap ada, premium itu mengganti KA yang umurnya cukup lama. Kami enggak mau ganti saja, tetapi juga menaikkan kelasnya ke posisi premium," ucap Kuncoro.

Ia menambahkan, tarif kereta premium nantinya tidak akan mengalami perubahan dan masih mengikuti pemerintah terkait penetapan batas atas dan bawah. kbc10

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: