Ekspor Jatim sepanjang puasa hingga Lebaran 2017 melorot

Senin, 17 Juli 2017 | 15:45 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kinerja ekspor Jawa Timur (Jatim) selama puasa hingga lebaran kemarin tercatat mengalami penurunan yang cukup besar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukkan, laju ekspor Jatim sepanjang Juni 2017 mengalami penurunan sebesar 18,39%, dari realisasi bulan Mei 2017 sebesar US$ 1,681 miliar menjadi US$ 1,372 miliar di bulan Juni 2017.

Kepala BPS Jatim Teguh Pramono mengatakan bahwa tren penurunan ekspor selama puasa ini sebenarnya bukan hal baru, karena pengusaha biasanya mengenjot laju ekspor dan impor sebelum puasa. Sehingga selama puasa hingga Lebaran menjadi masa landai dalam kinerja ekspor.

Dia mengatakan bahwa penurunan tersebut lebih disebabkan oleh turunnya ekspor non migas yang mencapai 21,37%, dari US$ 1,587 miliar pada Mei menjadi US$ 1,248 miliar di Juni. Sementara ekspor migas justru naik sebesar 31,72%, dari US$ 94,39 juta pada Mei menjadi US$ 124,34 juta.

“Hampir semua komoditas ekspor andalan Jatim mengalamj penurunan rata-rata dikisaran 10% hingga 20% atau bahkan lebih. Penurunan terbesar terjadi pada ekspor komoditi kertas dan karton yang mencapai 33,29%, selanjutnya ekspor lemak dan minyak nabati dan hewan turun sebesar 28,93% dan komoditas kayu, barang dari kayu serta bahan kimia turun masing-masing sebesar 22,12% dan 22,88%,” ujar Teguh Pramono di Surabaya, Senin (17/7/2017).

Adapun perhiasan dan permata yang menjadi komoditas andalan utama ekspor Jatim dan menjadi kontributor terbesar turun sebesar 19,82%. Ekspor tembaga yang menjadi kontributor terbesar kedua turun 3,25% dan komoditas ikan dan udang yang menjadi kontributor ke empat juga turun sebesar 13,64%.

Jika dilihat dari negara tujuan ekspor, penurunan terbesar terjadi pada ekspor ke Singapura dengan penurunan sebesar 43,70%, Malaysia turun 31,41%, Italia turun 27,78%, Jerman turun 25,26% dan Thailand turun 24,93%.

Sedangkan negara tujuan ekspor tradisional utama lainnya seperti Jepang juga turun sebesar 15,06%, Amerika serikat turun 22,77%, Australia turun 17,56% dan ekspor ke India juga turun sebesar 20,02%. kbc6

Bagikan artikel ini: