Pacu energi terbarukan, PJB jalin kerjasama dengan perusahaan Abu Dhabi

Selasa, 18 Juli 2017 | 14:46 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Masdar, perusahaan energi baru terbarukan (EBT)  dari Abu Dhabi dan PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menjajaki kerja sama dalam pengembangan proyek EBT di Indonesia. 

Para ahli dari  Masdar dan PT PJB akan bekerja sama untuk mengidentifikasi peluang dalam memenuhi kebutuhan energi yang berkembang pesat  seiring dengan  ambisi  Indonesia untuk mencapai bauran EBT 23% pada tahun 2025 dan 31% pada 2050.

MoU ditandantangi oleh  Bader Saeed Al Lamki, Executive Director, Clean Energy dan dan  Iwan Agung Firstantara, Direktur Utama PT PJB, dengan disaksikan oleh Menteri BUMN RI  Rini Mariani Soemarno, Direktur Pengadaan PT PLN Persero Supangkat Iwan Santoso, Direktur Perencanaan Strategis PT PLN Persero Nicke Widyawati dan Mohamed Jameel Al Ramahi, CEO  Masdar

Agung Firstantara mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan negara terbesar di ASEAN dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta orang.   Berdasarkan riset  International Renewable Energy Agency (IRENA), Indonesia memiliki potensi pengembangan pembangkit EBT lebih dari 700 gigawatts,  dimana  532.6 gigawatts diantaranya berasal dari energi matahari. 

PJB, sebagai perusahaan pembangkit listrik terintegrasi di Indonesia, yang mengelola lebih dari 15 GW pembangkit, dengan bahan bakar batu bara, gas dan air. Dan PT PJB akan terus melakukan diversifikasi usaha ke pasar energi bersih untuk memenuhi target bauran EBT di Indonesia dan juga berkontribusi pada upaya mengurangi emisi karbon global.

"PJB menyambut gembira kerja sama dengan Masdar. Kami percaya kerja sama ini akan membawa kesuksesan dalam pengembangan EBT dan implementasinya di Indonesia," kata Iwan Agung Firstantara dalam siaran pers yang diterima kabarbisnis.com, Surabaya, Selasa (18/7/2017).

Dia menjelaskan bahwa lebih dari sepuluh tahun terakhir, Masdar telah menginvestasikan dana dalam proyek EBT dengan nilai kerja sama mencapai US$ 8,5 milyar, dimana kontribusi dari Masdar mencapai US$ 2,7  milyar. Perusahaan dalam proyek EBT tersebut meliputi wilayah Timur Tengah dan Afrika, demikian juga di Inggris, Spanyol, Seychelles dan kepulauan Pasifik.

"Kami berharap  dapat terus mengembangkan kerja sama dengan PT PJB dalam  membuka potensi besar  Indonesia di  bidang energi baru dan terbarukan. Hal ini sejalan dengan komitmen kami untuk mendukung momentum pengembangan energi baru  terbarukan secara global," kata Mohamed Jameel Al Ramahi.

Masdar merupakan perusahaan energi baru terbarukan dari Abu Dhabi yang berupaya untuk memajukan pengembangan, komersialisasi,  dan penyebaran teknologi serta solusi energi bersih. Perusahaan ini menjadi penghubung antara ekonomi bahan bakar fosil saat ini dengan ekonomi energi di masa depan. 

Masdar dimiliki oleh Mubadala Development Company PJSC, perusahaan investasi strategis milik pemerintah Abu Dhabi.  Masdar didedikasikan untuk visi jangka panjang Uni Emirat Arab  bagi energi dan air di masa depan. kbc6

Bagikan artikel ini: