La Nyalla dorong pengusaha Trenggalek bermitra dengan pemda ciptakan lapangan kerja baru

Kamis, 27 Juli 2017 | 16:21 WIB ET

TRENGGALEK, kabarbisnis.com: Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur (Jatim) La Nyalla Mahmud Mattalitti mengimbau seluruh pengusaha di Trenggalek untuk lebih mandiri tanpa menggantungkan usahanya hanya dari proyek pemerintah. Pengusaha diharapkan bisa menjadi mitra kerja strategis Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek untuk ikut menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat luas.

“Saya tegaskan, Kadin harus berpikir visional. Jangan lagi pengusaha hanya mencari proyek dari pemerintah atau lainnya.  Pengusaha justru harus bermitra dengan Bupati, membuat proyek baru agar tercipta lapangan pekerjaan baru,” tegas La Nyalla saat pelantikan pengiris Kadin Kabupaten Trenggalek masa bakti 2016-2021 di Pendopo Kabupaten Trenggalek, Kamis (27/7/2017).

Menurutnya ada banyak usaha yang bisa diciptakan atau dikembangkan di Trenggalek. Di sektor pariwisata misalnya, Trenggalek memiliki pantai Prigi yang bisa dikelola dan dieksplorasi dengan membangun hotel atau penginapan.

“Kabar baiknya, Hipmi Jatim rencanya akan melakukan gathering di sini. Pastinya akan ada banyak pengusaha yang hadir. Contoh lagi, salah satu pengurus Kadin Jatim adalah Ketua IMI dan ia bisa diajak mengadakan kegiatan motor di Trenggalek,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, La Nyalla juga berharap dukungan dari Pemda dan masyarakat Trenggalek atas keputusannya berlaga dalam pemilihan Guberrnur tahun depan. Secara tegas, ia mengatakan bahwa keputusan tersebut telah dipikirkan sejak tujuh bulan terakhir. Keinginannya untuk menjadi Gubernur Jatim didasarkan pada kemaunnya unuk membawa Jatim menjadi Provinsi yang berkat, makmur dan berkah.

Menurutnya, rakyat akan merasa makmur jika apa yang dibutuhkan terpenuhi. Untuk itulah salah satu visinya adalah mengatasi kemiskinan dan menjadikan Jatim berkeadilan sosial. “Karena masih ada jutaan saudara kita di sana yang miskin dan juga masih banyak ketidakadilan ditemui. Di mana ada kemiskinan pemerintah wajib hadir di sana, dan di mana ada ketidakadilan, pemerintah juga harus hadir di sana. Kekuasaan harus menjadi alat untuk berbuat kebaikan dengan skala lebih besar,” tegas La Nyalla.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Trenggalek Emil Dardak mengatakan bahwa saat ini Trenggalek sedang berupaya membangun ekonomi daerah melalui regulasi atau kebijakan yang berpihak kepada bisnis, berpihak kepada pengusaha. Walaupun sangat mudah diucapkan tetapi keinginan tersebut menurutnya amat sulit dilaksanakan karena dalam kancah politik, kepentingan pasti banyak bermain dengan segala cara dan arogansi.

“Dan saya sebagai Kepala Daerah sangat menghargai supremasi hukum. Dan kabar baiknya untuk Kadin, kepemimpinan Kadin sudah tidak usah dipersoalkan dengan hukum. Dan Kadin adalah mitra resmi pemerintah dalam memajukan dunia usaha,” kata Emil.

Lebih lanjut ia mengutarakan bahwa tahun ini menjadi tahun yang sangat berat. Mulai dari anjloknya harga minyak, dan ekspor, hingga iklim yang tidak bersahabat yang menyebabkan bergesernya tanah di Trenggalek sehingga banyak jalanan yang rusak dan ambles. Tetapi dengan semangat yang kuat, problem itu akhirnya bisa teratasi dengan cepat.

“Tantangan harus dikelola dengan baik karena itu bisa menjadikan daya tawar kita akan menjadi naik. Dan syukurlah semuanya bisa teratasi. Sektor pariwisata yang harusnya turun akibat banyaknya infrastruktur yang rusak justru mengalami peningkatan. Pertumbuhan ekonomi yang harusnya anjlok karena pemangkasan anggaran, hujan berkepanjangan  dan pariwisata yang tertanggu justru naik dari 5,02 persen menjadi 5,07 persen. Bahkan Trenggalek mendapatkan penghargaan Goverment Award,” pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: