Garam impor datang, harga di pasar ditarget turun jadi Rp4 ribu per kg

Jum'at, 11 Agustus 2017 | 07:31 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pemerintah berharap harga garam di pasar akan segera melandai, seiring dengan mulai datangnya garam impor yang penugasannya diserahkan kepada PT Garam (Persero).

Direktur Utama PT Garam (Persero) Dolly Parlagutan Pulungan mengatakan, pihaknya siap menjalankan penugasan dari pemerintah dalam melakukan impor garam bahan baku untuk garam konsumsi sebesar 75.000 ton dengan kadar NaCl paling sedikit 97%. Dimana lokasi pemasukannya ada di tiga pelabuhan yaitu Pelabuhan Ciwandan Banten, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pelabuhan Belawan Medan.

Komitmen ini dibuktikan dengan kedatangan kapal MV. ECO DESTINY tanggal 10 Agustus 2017 pukul 03.00 WIB dini hari di Pelabuhan Ciwandan Banten sebesar 25.000 Ton, kapal berikutnya MV. GOLDEN KIKU pada tanggal 11 Agustus 2017 pukul 18.00 WIB di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sebesar 27.500 Ton.

"Diharapkan kedatangan dua kapal tersebut dapat mendistorsi harga garam di end user menjadi berkisar Rp. 4.500 hingga Rp 5.000 per kilogram," kata Dolly melalui siaran persnya, Kamis (10/8/2017).

Sementara itu, lanjut dia, Kapal MV. UNI CHALLENGE dijadwalkan akan datang pada tanggal 21 Agustus 2017 di Pelabuhan Belawan Medan sebesar 22.500 ton. Dengan datangnya kapal ketiga tersebut diharapkan harga garam di end user dapat terdistorsi menjadi Rp 4.000 per Kg.

Dengan telah masuknya garam impor tersebut, menurut Dolly, pada tahun 2017 PT Garam siap memaksimalkan produksi garam bahan baku sebesar 300.000 ton pada periode September hingga Nopember 2017. Untuk produksi garam rakyat Nasional tahun ini diprediksi akan menghasilkan garam bahan baku sebesar 1.000.000 ton, sehingga total supply garam nasional pada tahun 2017 sebesar 1.375.000 ton.

"Dengan total supply garam nasional tersebut harapannya dapat mencukupi kebutuhan garam konsumsi nasional di luar kebutuhan Industri Aneka Pangan yang diprediksi berkisar 450.000 ton serta dapat menstabilkan harga garam di end user," pungkasnya. kbc6

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: