Aplikasi E-Planning Situbondo bikin Pemkab Aceh kepincut

Minggu, 13 Agustus 2017 | 06:04 WIB ET

SITUBONDO, kabarbisnis.com: Birokrasi selalu menjadi persoalan bagi pemda untuk membuat organisasi pemerintahan berjalan efektif dan efisien. Pengelolaan yang konservatif hanya akan mengulangi persoalan lama. Karena itu, dibutuhkan inovasi untuk membuat performa birokrasi lebih cepat.

 

Salah satunya dengan menggunakan teknologi. Dengan dasar pemikiran seperti itulah Pemkab Situbondo menciptakan aplikasi Sistem Informasi Perencanaan dan Keuangan Kabupaten (Sirka). Aplikasi ini merupakan bentuk perwujudan e-planning yang terbuka dan transparan.

 

Dengan aplikasi ini, tiga stakeholder dipertemukan. Mereka adalah Kominfo, Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), dan Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah).

 

Kepala Bappeda Haryadi Tejo Laksono mengatakan, dengan Sirka, perencanaan pembangunan bisa melibatkan masyarakat melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang). Mulai tingkat desa hingga level kecamatan. “Hasil musrenbang desa akan ditelaah lagi pada musrenbang tingkat kecamatan,” paparnya.

 

Haryadi menuturkan, hasil musrenbang kecamatan selanjutnya dibawa ke murenbang tingkat Kabupaten. Hal itu dilakukan untuk menyusun Rencana Kerja SKPD dan RKPD kabupaten.  

 

Program-program yang telah disepakati bersama selanjutnya akan di-input ke Sirka. Setelah dimasukkan ke Sirka, semua SKPD dapat mengakses dan melihat perkembangan program itu.

 

“Sudah berjalan atau belum, jika sudah  maka bisa diketahui berapa persen yang sudah dikerjakan. Tanpa masuk ke Sirka, maka usulan kegiatan itu tidak dapat didanai oleh APBD,” katanya.

 

Karena itulah, pengelolaan Sirka membuat tiga stakeholder tersebut tidak perlu banyak melakukan koordinasi. Sebab, mereka bisa memonitor semua usulan secara bersama-sama tanpa harus bertatap muka langsung. Masyarakat juga bisa mengontrol. “Dengan demikian, tiga pelaku utama, Kominfo, BPPKAD dan Bappeda harus lebih kompak. Berjalan beriringan,” katanya.

 

Performa Sirka tersebut menuai pujian. Bahkan, BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) merekomendasikan Sirka kepada pemerintah kabupaten yang ingin membenahi sektor perencanaannya. Salah satunya dari Kabupaten Aceh Utara. Sebanyak sebelas orang dari Kabupaten Aceh Utara bertandang ke Pemkab Situbondo pada Senin, 7 Agustus, untuk studi banding.

 

“Awalnya kami ke BPPT, namun oleh BPPT kami disarankan untuk belajar langsung ke Kabupaten Situbondo karena dianggap senior dalam penerapan sistem tersebut,”  kata Kepala Bagian Kominfo Kabupaten Aceh Utara, Yulizar.

 

Yulizar yang juga Ketua rombongan Pemkab Aceh Utara itu mengatakan, pihaknya datang ke Situbondo untuk mempelajari aplikasi Sirka.  Dia mengakui, sistem pemerintah daerahnya baru mengadopsi e-budgetting saja. Padahal, dalam era keterbukaan publik, tidak hanya pengaturan anggaran yang transparan. Tapi juga sejak dalam level perencanaan sudah harus terbuka.

 

“Kami baru menjalankan keterbukaan di persoalan anggaran saja atau e-budgetting-nya. Sedangkan e-planning atau perencanaan belum diterapkan,” jelasnya. kbc9

Bagikan artikel ini: