Kadin - BKSP Jatim realisasikan pendidikan vokasi sistem ganda bersama industri di kawasan SIER

Sabtu, 19 Agustus 2017 | 19:38 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur (Jatm) bersama Badan Koodinasi Sertifikasi Profesi (BKSP) Jatim telah melakukan sosialisasi pentingnya penerapan pendidikan vokasi atau pemagangan sistem ganda  kepada pelaku industri di kawasan SIER Surabaya. Hal ini dilakukan agar industri yang sadar dan ikut serta menyukseskam program tersebut semakin banyak.

Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan ada beberapa kelemahan dalam sistem  pendidikan kejuruan yang ada saat ini. Diantaranya adalah ketidaksingkronan pemilihan bidang studi di SMK dengan potensi yang ada di daerah sekitar, ada industri apa saja di daerah tersebut. Kondisi itu pastinya berdampak negatif pada kurangnya kompetensi lulusan. Skill Tenaga Kerja (TK) yang dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) tidak sesuai dengan lulusan yang dikeluarkan.

“Akhirnya yang ada, SMK tak lagi menjadi lembaga pendidikan yang mengeluarkan TK siap pakai dan memiliki kompetensi, tetapi SMK menjadi lembaga pendidikan yang mencetak pengangguran. Untuk itulah kami melihat harus ada perubahan dalam sistem pendidikan di SMK diganti dengan pendidikan vokasi sistem ganda, dimana anak didik akan diajak belajar langsung pada industri yang ada di daerah itu yang sudah menjadi mitra,” kata La Nyalla di Surabaya, Jumat (18/8/2017).

Menurutnya, program ini telah menjadi salah satu program prioritas di Kadin Jatim. Melalui langkah ini Kadin Jatim berharap bisa memberikan jalan keluar bagi banyaknya persoalan ketenagakerjaan yang terjadi, mulai dari rendahnya kompetensi dan daya saing, ketidaksingkronan antara lulusan dan yang dibutuhkan industri hingga belum terpenuhinya kebutuhan tenaga kerja terampil bagi industri di Jatim. Dampak positif  selanjutnya, angka pengangguran dan kemiskinan akan semakin tertekan.

Direktur SIER, Fatah Hidayat menambahkan bahwa langkah ini sebenarnya juga telah ditegaskan Presiden melalui inpres nomor 1/2016 tentang revitalisasi SMK. Presiden mengimbau kepada seluruh industri untuk bekerjasama dengan SMK untuk mencetak TK yang unggul dan kompetitif, mampu bersaing di era globalisasi dunia. Selain juga agar industri bisa mendapatkan TK yang siap pakai.

“Jika tidak ingjn gulung tikar, industri harus ikut sukseskan program ini. Karena melalui upaya ini, akan lahir tenaga kerja yang berkompeten. Selanjutnya, produksi akan lebih besar dan masa depan TK muda juga akan lebih bagus,” kata Fatah.

Koordinator Program IHK Trier, Andreas Gosche juga mengatakan bahwa pendidikan vokasi sistem ganda telah diterapkan sejak lama di Jerman dan berhasil membawa Jerman menjadi negara pengekapor terbesar di dunia. Walaupun jumlah penduduk, luar wilayah dan sumber daya alam yang dimiliki amat sangat kecil, tetapj negara ini mampu menjadi pemimpin ekspor

“Tidak ada faktor lain yang menjadi penyebab keberhasilan Jerman kecuali hanya mendidik orang sesuai dengan industrk di sekitar daerah itu,” tambahnua

Untuk itu, ia berharap DUDI lebih aktif lagi dalam pelaksanaan program ini. Tidak hanya dengan mengirimkan pelatih industri saja, tetapj juga ikut serta dalam pembahasan dan penentuan kurikulum yang akan dijadikan rujukan agar singkronisasi antara dunia pendidikan dan DUDI bisa terjalin. Dampak positif selanjutnya, DUDI tidak kesulitan lagi mencari tenaga kerja yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.

“Ada tiga poin penting dalam keberhasilan paksanaan program vokasi sistem ganda ini, pertama pelaku harus profesional, baik pelaku industri ataupun pelaku pendidikan. Kedua kurikulum harus diselaraskan dengan kebutuhan industri dan ke tiga harus ada hubungan dan wadah dimana kedua pihak, dunia pendidikan dan DUDI bisa bertemu, dalam hal ini di Jatim sudah dibentuk Pokmi atau Kelompok Mitra yang selalu bertemu untuk menyelaraskan langkah,” ujarnya.

Pada kesempatan Ketua BKSP Jatim Adik Dwi Putranto mengatakan BKSP Jatim akan kian gencar melakukan sosialisasi kepada pelaku DUDI atas pentingnya penerapan pendidikan vokasi sistem ganda di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Melalui langkah ini, BKSP Jatim berharap kesadaran DUDI atas pentingnya campur tangan mereka terhadap keberhasilan pendidikan vokasi sistem ganda di sekolah kejuruan.

“Saya berharap, akan ada banyak pelaku DUDI yang ikut berperan aktif dalam sistem pendidikan di SMK. Karena yang akan merasakan kemanfaatannya juga pelaku usaha dan industri sendiri,” pungkas Adik.kbc6

Bagikan artikel ini: