Wuling bidik 10 persen pasar mini MPV di Jatim

Minggu, 20 Agustus 2017 | 21:07 WIB ET

LAWANG, kabarbisnis.com: Jawa Timur menjadi incaran pasar potensial bagi industri otomotif di Tanah Air. Apalagi segmen mobil serbaguna (multi purpose vehicle/MPV) yang saat ini menjadi andalan penjualan otomotif Indonesia.[

Salah satunya adalah Wuling Motors. Melalui authorized dealer yakni PT Wahana Autoberlian Utama, mulai agresif memasarkan produknya di Jawa Timur.

Marketing & Promotion Manager PT Wahana Autoberlian Utama, Antonius Abirama mengatakan, selain menyiapkan jaringan diler 3S (sales, service, spare part), pihaknya juga aktif melakukan promosi event, test drive, hingga program penjualan.

"Jawa Timur merupakan salah satu pasar yang potensial, makanya kita agresif masuk provinsi ini," katanya di sela test drive Wuling Confero di Lawang, Malang, Sabtu (19/8/2017).

Besarnya potensi pasar itu mendasarinya untuk terus gencar memperluas pasar. Saat ini untuk wilayah Jatim, pihaknya telah membuka tiga showroom dan akan terus bertambah secara bertahap.

"Kita membuka showroom yang semuanya 3S (sales, service, spare part) di Surabaya tepatnya di Jalan Tunjungan 50, juga di Jember dan Banyuwangi. Sementara di luar Jatim ada di Bali dan Mataram," jelasnya.

Dipaparkannya, saat ini ratak-rata penjualan mobil jenis MPV di Jawa Timur sebesar 3.000 unit per bulan. Dari jumlah itu, pihaknya optimistis bisa membidik pangsa sekitar 10-15 persen.

"Kita bersyukur bahwa respons pasar cukup bagus. Saat dikenalkan pada Juli 2017 lalu, sudah ada respons, kemudian saat dilaunching pada awal Agustus ini, sudah mulai ada yang inden. Untuk Jatim hingga saat ini jumlah inden sudah mencapai 142 unit," jelas Abirama.

Wuling Motors merupakan brand mobil asal Tiongkok, yang diproduksi oleh PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Indonesia).

SGMW merupakan usaha patungan dari perusahaan otomotif milik pemerintah Tiongkok SAIC, raksasa otomotif Amerika Serikat General Motors (GM), dan tentu saja, Wuling Motors.

Seri perdana, Wuling mengenalkan seri Confero, yang bermain di segmen mini MPV (Multi Purpose Vehicle). "Pasar mini MPV sangat besar dan luas di Indonesia. Sehingga kami pilih sebagai seri perdana di segmen ini," tambah Abirama.

Ada tiga tipe di seri Confero ini. Yaitu Confero 1.5L, Confero S 1.5C, dan Confero S 1.5L. Untuk harga On The Road (OTR) di Jatim, mulai dari Rp 137 juta hingga Rp 172,9 juta.

“Sesuai komitmen kami, kami akan selalu berusaha penyediakan produk dan layanan terbaik bagi pelanggan,” katanya.

Confero S yang memiliki kabin luas itu dilengkapi tire pressure monitoring system (SPMS), dual SRS airbag, smart key, Isofix, Anti-lock Braking System (ABS) plus Electronic Brakeforce Distribution (EBD).

Kemudian sensor parkir, dengan dua kamera di depan dan empat kamera di belakang, ada charging port untuk pengisian daya baterai perangkat di semua baris kursi penumpang, dan sebuah head unit berukuran 8 inci pada tengah dashboard-nya.

Keunggulan itu pula yang membuat minat konsumen terhadap produk ini tinggi.

Branch Manager PT Wahana Autoberlian Utama, Didik Sumaryono menambahkan, dari profil konsumen yang sudah inden mobil Wuling, mereka mayoritas memilih type tertinggi, yaitu Confero S 1.5L.

"Mereka banyak yang memilih type tertinggi. Karena sudah jelas, fiturnya banyak memberi nilai lebih. Antara lain, double AC, tujuh kursi, ruang kabin yang luas dan kedap suara, suspensi yang nyaman, layar dan kamera untuk mundur, dan lainnya," jelas Didik.

Dengan harga tersebut, seri Confero sudah cukup mengakomodir kebutuhan pasar mini MPV. Sehingga di pasar Jatim, Wahana Autoberlian Utama yang memiliki 3 cabang dieler, optimis akan mampu menjual mobil brand baru tersebut. Ditargetkan per bulan, bisa mencapai 300 unit yang terjual mulai September depan.

Terkait dengan nilai lebih lain yang bisa menjadi patokan bagi konsumen, Didik menyebutkan, jaminan yang diberikan Wuling adalah pabrik yang ada di Indonesia, sparepart yang sudah tersedia, bersamaan dengan keberadaan pabriknya, hingga layanan after sales.

"Selain Wahana yang memiliki 3 cabang di Jatim, ada empat diler lainnya yang memberikan pelayanan 3S (Service, Sales, dan Sparepart). Sehingga kami optimis target bisa tercapai," tambah Didik.

Saat ini, produksi pabrik Wuling masih mencapai 10.000 unit hingga akhir tahun 2017. Dengan kapasitas maksimal yang akan dicapai sebesar 120.000 unit per tahun pada tahun mendatang.

Wuling mengklaim sudah mengantongi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) mencapai 56 persen. Sisanya masih impor. Ditargetkan TKDN bisa meningkat hingga 80 persen. kbc7

Bagikan artikel ini: