Harapan Pak Menteri soal perdagangan timah Indonesia

Selasa, 29 Agustus 2017 | 10:58 WIB ET

BALI, kabarbisnis.com: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, hari Senin (28/8), mewakili Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, membuka acara "Indonesian Tin Conference and Exhibition (ITCE) 2017 di Kawasan Nusa Dua, Provinsi Bali. Acara yang mengambil tema "Tin Beyond Boundaries: Integrating the Tin Industry for Sustainable Economic Growth" ini diselenggarakan oleh Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI).

Jonan mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan produsen timah terbesar setelah Tiongkok. Komoditas timah merupakan salah satu sumber daya alam unggulan Indonesia dan berperan di pasar internasional. 

"Timah adalah salah satu hasil sumber daya alam unggulan Indonesia, yang juga merupakan bagian penting didalam pengembangan pasar ekspor yang berasal dari Indonesia, di samping produk sumber daya lain seperti batubara dan produk mineral lainnya. Pada saat ini Indonesia merupakan negara produsen terbesar setelah Tiongkok, volume ekspornya kurang lebih 70 ribu ton dalam 1 tahun," ungkap Jonan

Untuk itu, jonan mengapresiasi berdirinya ICDX yang berperan dalam menjaga akuntabilitas transaksi perdagangan timah yang berasal dari Indonesia.

"Terima kasih karena saat ini sudah ada bursa (Komoditi dan Derivatif Indonesia), walaupun masih baru 5 tahun. Pemerintah berharap bursa ini dapat menjadi tonggak penting dalam perdagangan timah yang berasal dari Indonesia," jelas Jonan. kbc1

Bagikan artikel ini: