Dukung program Indonesia Kompeten, Kadin Jatim siapkan tenaga kerja bersertifikasi

Rabu, 30 Agustus 2017 | 06:14 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur (Jatim) telah melaksanakan pelatihan Ausbildung der Ausbilder (ADA) untuk pengembangan pendidikan vokasi atau pemagangan sistem ganda. Pelatihan untuk pelatih tersebut dilaksanakan di gedung Kadin Institute mulai Kamis (24/8/2017) hingga hari ini, Selasa (29/8/2017).

Pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen Kadin Jatim  atas program “Indonesia Kompeten” yang digagas Presiden Joko Widodo sebagai langkah percepatan peningkatan kompetensi dan percepatan sertifikasi.

Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan bahwa penerapan pendidikan vokasi atau pemagangan sistem ganda telah menjadi salah satu program prioritas Kadin Jatim. Untuk itu, bersama Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP) Jatim dan IHK Trier atau Kadin Jerman Kadin Jatim telah merealisasikan pelatihan ADA atau pelatihan untuk pelatih bagi Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) serta dunia pendidikan.

“Kadin Jatim telah melakukan sosialisasi dengan industri di kawasan industri SIER Surabaya. Juga telah melaksanakan pelatihan ADA atau TOT selama sepekan bekerjasama dengan BKSP Jatim dan IHK Trier Jerman. Program ini akan kami sosialisasikan kepada kawasan industri lainnya. Selanjutnya, Kadin Jatim juga akan bekerjasama dengan Korea untuk melaksanakan program yang sama,” terang La Nyalla Mahmud Mattalitti usai menutup pelatihan ADA di Kadin Institute, Selasa (29/8/2017) petang.

Pelaksanaan ini dilakukan agar pendidikan pemagangan dengan sistem ganda bisa segera diterapkan di berbagai Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jatim. Mengingat tujuan dari program tersebut adalah untuk mengurangi pengangguran dan membantu indistri mendapatkan tenaga kerja yang berkompetensi dan bersertifikasi.

“Karena kalau tenaga kerjanya berkompeten akan meningkatkan kinerja industri dan investasi di Jatim. Ini selaras dengan program Indonesia Kompeten yang akan dicanangkan presiden Jokowi di Surabaya pada November 2017 mendatang,” tambahnya.

Koordinator Penjamin Kualitas PT Citra Nutrindo Langgeng, Yulia Rahmawati mengaku sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Karena dari pelatihan tersebut, ia bisa memahami dan mengerti berbagai metode pembelajaran sekaligus penilaian yang bisa diterapkan dalam dunia pendidikan. Selain itu, ia juga bisa menyelaraskan kurikulum yang dimiliki sekolah dengan yang dibutuhkan industri, atau sebaliknya.

“Ada timbal balik yang saling menguntungkan. Ini sesuatu yang baru bagi kami dan kami merasa benar-benar diajari bagaimana melakukan penilaian dan pengajaran. Kalau biasanya dalam merekrut tenaga kerja baru kami masih harus mengajarinya selama kurang lebih 3 bulan, dengan adanya program ini kami berharap bisa langsung mempekerjakan mereka,” kata Yulia.

Ditambahkan Muthalif, salah satu peserta pelatihan yang berasal dari SMKN I Buduran Sidoarjo, bahwa selain materi dan penerapan pengetahuan di saat magang, ada berbagai hal yang bisa didapatkan siswa saat magang. Yaitu tentang etos kerja yang tinggi, pekerjaan harus berorientasi pada mutu, pentingnya komunikasi dengan pelanggan serta cinta kepada lingkungan kerja.

"Itu adalah hal-hal yang tidak akan didapatkan siswa dari sekolah. Tetapi itu semuanya bisa mereka dapatkan ketika melakukan magang di industri,” pungkasnya. kbc6

Bagikan artikel ini: