Sebagian divestasi saham Freeport harus dilepas lewat pasar modal

Kamis, 31 Agustus 2017 | 04:15 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi menilai opsi divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI) perlu didorong dengan menyerahkan sebagian kepemilikan lewat pasar modal.

Dia menilai pemerintah pusat dan daerah hanya bisa membeli saham Freeport dengan limit tertentu, sehingga opsi menyerahkan sebagian saham ke pasar modal sangat terbuka.

"Sebagian harus go public itu baru kita ada uang. Kalau enggak bayangkan ya, dia itu kan minta perpanjangan karena ada investasi yang cukup besar, mulai dengan smelter dan eksplorasi di bawah tanah untuk emas," katanya, di Kantor Wakil Presiden, Rabu (30/8/2017).

Valuasi saham PTFI, menurut dia, akan sangat tinggi. Secara rasional, pemerintah pusat hanya mampu menambah kepemilikan sebesar 10% dari kepemilikan saat ini 9%. Jika nanti ditambah pemerintah daerah, maka total pemerintah menguasai saham Freeport maksimal 25%.

"Pokoknya kita setuju 51% saham sebagian itu boleh go public. Realistisnya harus go public, kerena kita gak punya uang," jelasnya

Saat ini, dia mengatakan kedua belah pihak sedang menghitung nilai saham PTFI. kbc1

Bagikan artikel ini: