Pengadilan Tinggi bebaskan Dahlan Iskan dari tuduhan korupsi

Rabu, 06 September 2017 | 14:58 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pengadilan Tinggi Surabaya membebaskan Dahlan Iskan dari tuduhan korupsi pelepasan aset PT Panca Wira Usaha, yang merupakan badan usaha milik daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Juru Bicara Pengadilan Tinggi Surabaya Untung Widarto kepada wartawan di Surabaya, Selasa (5/9), menyebutkan upaya banding Dahlan Iskan dalam perkara tersebut telah dikabulkan.

"Sudah diputus oleh majelis hakim Pengadilan Tinggi Surabaya pada pekan lalu menjelang Idul Adha," ujarnya seperti  dikutip Antara.

Dahlan Iskan mengajukan banding setelah dinyatakan bersalah dan divonis dua tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya pada 21 April lalu. Dalam perkara ini, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menilai Dahlan Iskan yang menjabat Direktur Utama PT Panca Wira Usaha pada 2000-2010 telah melanggar aturan saat menjual aset milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Kediri dan Tulungagung. Penjualan aset tersebut menimbulkan kerugian negara miliaran rupiah.

Selain vonis dua tahun penjara, Pengadilan Tipikor Surabaya juga menjatuhkan denda Rp 100 Juta, subsider dua bulan penjara, serta menyatakannya sebagai tahanan kota.

Untung menjelaskan dalam putusan Pengadilan Tinggi Surabaya terjadi perbedaan pendapat atau dissenting opinion dari anggota majelis hakim yang dipimpin Hakim Dwi Andriani. Satu anggota majelis hakim berpendapat Dahlan Iskan bersalah.

"Karena kalah jumlah, majelis hakim memutuskan bahwa banding Dahlan dikabulkan," ujarnya.

Dengan putusan Pengadilan Tinggi Surabaya yang menganulir vonis sebelumnya dari Pengadilan Tipikor Surabaya, lanjut Untung, Dahlan Iskan dinyatakan tidak bersalah. Saat ini Pengadilan Tinggi Surabaya sedang merapikan berkas putusan perkara tersebut untuk diteruskan ke Pengadilan Tipikor Surabaya.

"Yang jelas putusannya sudah turun, sekarang tinggal proses administrasinya saja," ucapnya. kbc3

Bagikan artikel ini: