Stok pupuk bersubsidi cukup, Petrokimia Gresik siap sambut musim tanam

Kamis, 07 September 2017 | 07:23 WIB ET

GRESIK, kabarbisnis.com: PT Petrokimia Gresik (PG) menjamin ketersediaan stok pupuk bersubsidi menjelang musim tanam (Oktober 2017 - Maret 2018). Berdasarkan data per6 September 2017, stok pupuk bersubsidi PG dari lini I hingga IV (gudang produsen, gudang penyangga, gudang distributor, hingga kios) mencapai 979.123 ton atau 5 kali lebih banyak dari stok ketentuan minimum Kementerian Pertanian.

Dari jumlah stok nasional tersebut, sebesar 301.710 ton diantaranya merupakan stok untuk provinsi Jawa Timur. Berikut rinciannya :

No

Jenis Pupuk

Stok

Nasional

Stok

Jawa Timur

1

Urea*)

53.117

53.117

2

ZA

144.541

50.546

3

SP-36

203.321

34.147

4

NPK Phonska

528.441

146.812

5

Petroganik

49.703

17.088

 

TOTAL

979.123

301.710

 

Sekretaris Perusahaan PG Wahjudi menyatakan, perusahaan sebagai salah satu anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero) berkomitmen penuh untuk menyalurkan pupuk bersubsidi ke seluruh wilayah yang menjadi tanggungjawabnya. Karena pupuk merupakan salah satu elemen penting dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Menyambut musim tanam, lanjut Wahjudi, PG sudah mempersiapkan diri dengan baik. Jumlah stok ditingkatkan dan distribusi dipercepat sebagai antisipasi lonjakan permintaan dan untuk menjangkau pelosok daerah. Sehingga diharapkan pada bulan Oktober 2017 pupuk bersubsidi sudah sampai dan tersedia di kios resmi (lini IV) di seluruh penjuru nusantara.

“Kami informasikan kepada petani bahwa pupuk bersubsidi telah tersedia. Kami berkomitmen menyediakan stok pupuk bersubsidi melebihi ketentuan stok yang disyaratkan oleh Kementerian Pertanian,” ujar Wahjudi.

Dalam penyalurannya, lanjut Wahjudi, jumlah dan tujuan pupuk bersubsidi tersebut berpedoman pada peraturan pemerintah, mulai dari Peraturan Menteri Pertanian (Permentan), Peraturan Gubernur (Pergub), hingga Peraturan Bupati (Perbup). Untuk menjamin keberhasilan penyaluran, PG berpegang teguh pada Prinsip 6T, yaitu Tepat Tempat, Tempat Harga, Tepat Jumlah, Tepat Mutu, Tepat Jenis, dan Tepat Waktu.

Dalam penyaluran pupuk bersubsidi, PG didukung oleh jaringan pemasaran yang terdiri dari 77 Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP), 323 asisten SPDP, 305 gudang penyangga dengan kapasitas 1,4 juta ton, 652 distributor, dan 28.228 kios resmi yang tersebar di seluruh nusantara.

Dalam pelaksanaannya, setiap kios resmi wajib menyalurkan pupuk bersubsidi berdasarkan Perbup yang penyusunannya didasarkan pada Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Oleh karena itu, PG menghimbau kepada petani agar dapat memperoleh pupuk bersubsidi petani harus tergabung dalam Kelompok Tani dan menyusun RDKK.

Untuk teknis penyaluran dan pengawasan, PG melalui petugas SPDP yang tersebar di seluruh nusantara mulai meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait, mulai dari distributor, Dinas Pertanian, Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3), Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), TNI, dan aparat penegak hukum.

“Masyarakat juga dapat turut mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi ini, dan jika menemukan penyelewengan maupun peredaran pupuk palsu, langsung saja laporkan ke pihak berwajib,” tegas Wahjudi. kbc4

Bagikan artikel ini: