Bangun kota mandiri, PP Properti berniat akuisisi 200 hektare lahan

Senin, 11 September 2017 | 07:51 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT PP Properti Tbk (PPRO) makin ekspansif di sisa tahun ini. PPRO berencana mengakusisi lahan di beberapa lokasi. Yang paling besar, PPRO akan mengakuisisi lahan di wilayah Kertajati seluas 200 hektare (ha).

Bukan tanpa alasan anak usaha PT PP Tbk ini memilih Kertajati. Indaryanto, Direktur Keuangan PPRO, mengatakan, lahan di wilayah Kertajati cukup prospektif, apalagi dengan rencana pembangunan bandara baru. "Nanti wilayah ini akan menjadi Aero City," ujar Indaryanto, akhir pekan lalu.

Aero City nantinya akan menjadi kota mandiri dengan pengembangan hingga 20 tahun yang akan datang. PPRO akan menggandeng anak perusahaan Bandara Internasional Jawa Barat.

Meski demikian, Indaryanto belum bisa mengungkapkan nilai investasi yang akan digelontorkan untuk mengakuisisi lahan tersebut. Yang jelas, dengan tambahan lahan tadi, PPRO akan memiliki landbank sekitar 294 ha.

Indaryanto mengatakan, PPRO akan melakukan banyak belanja lahan untuk landbank pada semester dua tahun ini. Perusahaan milik negara ini telah mempersiapkan pendanaan untuk memuluskan rencana ekspansi lahan tersebut.

PPRO masih memiliki pendanaan dari hasil penerbitan medium term notes dan aksi rights issue yang dilaksanakan beberapa waktu lalu. Lantaran tahun ini banyak menambah landbank, belanja modal atawa capital expenditure (capex) PPRO di 2017 lebih besar dibandingkan proyeksi capex beberapa tahun ke depan.

PPRO merencanakan capex selama lima tahun ke depan mencapai Rp 10 triliun. Perinciannya, tahun ini sebesar Rp 3 triliun, lalu Rp 1,5 triliun pada 2018 dan Rp 1,5 triliun untuk 2019. Di 2020 dan 2021, PPRO akan menganggarkan capex masing-masing Rp 2 triliun dan Rp 2 triliun.

Hingga akhir Agustus, PPRO membukukan pendapatan pra penjualan atawa marketing sales sebesar Rp 1,75 triliun. Pendapatan pra penjualan ini sebagian besar berasal dari penjualan di Grand Kamala Lagoon. Dengan begitu, PPRO telah mencapai 58% dari target marketing sales perusahaan tahun ini, yakni sebesar Rp 2,99 triliun. kbc10

Bagikan artikel ini: