Bisa minum gratis dan belajar berbisnis kopi di East Java Coffee Show

Rabu, 20 September 2017 | 08:54 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Anda penikmat atau pecinta kopi, inilah kesempatan yang jarang ditemui untuk bisa menikmati, belajar membuat seduhan kopi hingga belajar berbisnis kafe. Pasalnya, akan digelar sebuah pameran kopi pertama dan terbesar di Jawa Timur, East Java Coffee Show 2017.

Ajang yang akan digelar pada 21-24 September 2017 di Main Atrium Pakuwon Mall Surabaya ini akan menampilkan beragam produk kopi dan segala pernak-pernik industri kopi, talkshow, hingga kompetisi profesional di industri kopi. Ajang ini hasil kerja bareng Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jawa Timur, Common Grounds, Barista Guild Indonesia, Pakuwon Group, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Menurut Ketua Apkrindo Jawa Timur, Tjahjono Haryono, East Java Coffee Show akan menghadirkan 40 tenant pemilik coffee shop serta para supplier kopi dan para petani kopi dari Jawa Timur dan sejumlah daerah di Tanah Air.

"Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kopi ke masyarakat umum, di sini masyarakat baik petaninya juga bisa belajar ilmu budi daya hingga menghasilkan kopi berkualitas, hingga mengenal dan mengerti kopi karena kopi sebagai gaya hidup punya potensi besar," katanya dalam konferensi pers East Java Coffee Show di Warung Koffie Batavia, Pakuwon Mall Surabaya, Selasa (19/9/2017).

Tjahjono mengatakan, Jatim menjadi penopang terbesar produksi kopi Indonesia yang kini sebagai penghasil kopi ketiga terbesar selain Brasil dan Vietnam seharusnya mampu memiliki ilmu tentang kopi, sehingga tidak sekadar mengekspor kopi mentahnya ke luar negeri, dan hanya sebagai konsumen yang menikmati kopi asli dari olahan asing.

"Bahkan penikmat kopi kita masih sangat kecil dibandingkan negara yang kopinya sedikit. Kalau di Amerika, komsumsi kopinya sudah mencapai 200 gelas/kapita/tahun. Orang Indonesia masih sekitar 20-50 gelas/kapita/tahun," katanya.

Wakil Ketua Panita East Java Coffee, Luther Lie menambahkan, selain minimnya tingkat konsumsi kopi orang Indonesia, jumlah barista (penyaji kopi) di kafe restoran di Tanah Air juga masih sedikit. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan bisa mendorong penikmat maupun barista-barista baru.

Makanya, di ajang yang bakal dijadikan agenda tahunan itu akan akan sejumlah kompetisi, yakni Barista Championship, Brewers Championship, serta Latte Art Championship.

"Sudah ada 80 peserta kompetisi yang akan ikut meramaikan acara ini, mereka akan memperebutkan hadiah juara 1 cash money Rp1,5 juta dan coffee trip ke Kuala Lumpur selama 3 hari 2 malam," ujarnya.

Dia menambahkan, selama acara festival, bakal ada talk show yang diisi Mikael Jasin, seorang barista asal Jakarta yang sukses di Australia dan telah 2 kali juara lomba kopi di Australian Coffee ans Good Spirit. Juga akan ada beragam pembelajaran bagi masyarakat umum yang mau berbisnis kafe dan menjadi barista oleh Jimmy Halim,  runner up Indonesia Barista Championship 2017, yang juga selaku Ketua Panitia di East Java Coffee Show kali ini.

"Acara ini free, siapapun bisa datang, bisa belajar kopi bersama. Jadi silakan datang bersama keluarga dan teman-teman," imbuhnya. kbc7

Bagikan artikel ini: