Bisnis properti di Surabaya masih super menjanjikan

Rabu, 20 September 2017 | 10:29 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Meski secara umum terdapat perlambatan, bisnis properti di Surabaya diperkirakan tetap tumbuh. Ini dikarenakan masih banyaknya kaum pendatang yang bekerja di Surabaya. Jumlahnya tiap tahun juga terus meningkat.

Dari data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Surabaya, sepanjang tahun 2016 terdapat 36.000 orang yang mengganti Kartu Tanda Penduduk (KTP)-nya menjadi KTP Surabaya. Artinya, dalam sebulan rata-rata ada 3.000 orang penduduk baru di Kota Pahlawan. Jika 10% dari jumlah tersebut penghasilannya memadai atau sekitar 300 orang, mereka butuh rumah untuk tempat tinggal. “Properti di Surabaya akan tetap tumbuh karena permintaan tetap tinggi,” kata Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Jatim, Soepratno.

Tren kebutuhan hunian juga mulai beralih ke apartemen karena tanah di berpenduduk tiga juta jiwa ini sudah tidak memungkinkan untuk rumah tapak atau landed house. Meski demikian, rumah tapak memiliki nilai lebih karena masyarakat bisa lebih bersosialisasi daripada tinggal di apartemen. “Saat ini, untuk rumah murah, daerah yang masih berpotensi dikembangkan adalah daerah utara Surabaya, yakni Bangkalan, Madura,” ujar Soepratno.

Sementara itu, pengembang perumahan Green Florencia optimistis produk barunya ini akan diterima baik oleh pasar. Selain lokasinya yang strategis, yakni di Aloha, dekat tol Waru, harganya juga kompetitif. Untuk bangunan tiga lantai tipe 97 dibanderol Rp395 juta. Rumah terdiri dari tiga tempat tidur dan tiga kamar mandi. “Saat ini adalah kesempata yang menarik untuk segera membeli unitnya. Karena pada 24 September mendatang harganya sudah naik,” kata Direktur Green Florencia, Sonny Santoso.

Tak hanya menawarkan harga kompetitif dan lokasi strategis, lanjut dia, Green Florencia juga menawarkan sejumlah fasilitas yang meningkatkan kenyamanan penghuninya. Diantaranya, jaringan listrik bawah yang membuat hunian lebih rapi. Kemudian jaringan air juga langsung dari sumber mata air Umbulan Pasuruan. Green Florencia juga dibangun dari bahan berkualitas tinggi. “Perumahan ini juga mengaplikasikan teknologi bio septic tank. Penghuni nantinya tidak perlu lagi sedot WC,” tandas Sonny.

Terkait pembayaran, Sonny mengaku Green Florencia memberi penawaran yang menarik. Diantaranya, sistem kredit pemilikan rumah (KPR) dengan uang tanda jadi mulai dari Rp1 juta hingga Rp15 juta. Uang muka sisanya sebesar Rp3 jutaan dapat dicicil selama 12 kali. “Untuk mengetahui secara lebih detil mengenai produk kami, silahkan datang ke pameran Green Florencia mulai 9-17 September di Giant Margorejo atau customer gathering di kantor Era Sieto Jalan Bukit Darmo Boulevard samping Hartono Elektronic,” pungkasnya. kbc9

Bagikan artikel ini: