Dukung East Java Coffee Show 2017, Gus Ipul: Ngopi telah jadi gaya hidup

Jum'at, 22 September 2017 | 13:59 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong pengembangan industri dan produksi kopi di wilayah ini. Pasalnya, Jawa Timur telah menjadi salah satu penopang komoditas kopi nasional. Bukan hanya di tingkat produksi, industri berbasis kopi juga terus mengalami perkembangan.

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengatakan, saat ini ngopi tidak sekadar minuman melainkan sudah menjadi sebuah gaya hidup. Bahkan event tentang kopi dan ngopi saat ini juga telah menjamur di berbagai kota bahkan hingga ke pelosok pedesaan.

Di Jawa Timur sendiri, event tentang kopi berskala nasional dan internasional juga sering diadakan. Salah satunya adalah East Java Coffee Show 2017 yang digelar di Supermall Pakuwon Surabaya, dan dibuka secara langsung oleh Gus Ipul, pada Kamis (21/9/2017).

Ajang yang digelar pada 21-24 September 2017 di Main Atrium Pakuwon Mall Surabaya ini akan menampilkan beragam produk kopi dan segala pernak-pernik industri kopi, talkshow, hingga kompetisi profesional di industri kopi. Ajang ini hasil kerja bareng Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jawa Timur, Common Grounds, Barista Guild Indonesia, Pakuwon Group, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

"Saat ini ngopi itu gaya hidup. Orang selalu mengajak ngopi, meski yang dipesan ketika di cafe adalah es teh," kata Gus Ipul, sapaan akrab Wagub Jatim ini dalam sambutannya ketika membuka East Java Coffe Show 2017.

Peminat kopi juga terus meningkat. Tidak hanya dalam negeri, penikmat kopi di seluruh penjuru dunia juga meningkat. Bahkan nilai ekspor kopi dari Jawa Timur terus mingkat. Untuk tahun 2016 yang lalu, tercatat ekspor kopi dari Jawa Timur mencapai US200 juta.

Kopi Indonesia, saat ini juga tercatat menjadi penyumbang terbesar ketiga setelah Brazil dan Kolombia. Sementara di Indonesia sendiri, Kopi dari Jawa Timur adalah salah satu kopi utama yang digemari industri kopi maupun restoran dan cafe.

"Kita akan terus tingkatkan terutama produk dari para petani, supaya mereka tidak hanya meningkatkan kuantitas tapi juga menjaga kualitas dan cita rasa khas kopi Jawa Timur," kata Gus Ipul.

Majunya industri kopi di Jawa Timur juga tak lepas dari banyak bermunculan barista-barista berkelas dari Jawa Timur. Mereka ini muncul seiring banyaknya bahan kopi berkualitas dari Jawa Timur. "Surabaya saat ini bahkan memiliki barista yang pernah tercatat menjadi nomor tiga dunia sebagai barista terbaik saat perlombaan di China," kata Gus Ipul.

Di tempat yang sama, Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jatim, Tjahjono Haryono mengatakan, kehadiran kedai kopi atau coffee shop saat ini terus tumbuh. Jawa Timur kini menjadi sentra utama kopi karena daerah sepanjang Pantai Selatan Jawa Timur memiliki kebun kopi yang cukup andal dan memiliki citarasa tinggi.

"Saya berharap para petani kopi bisa terus menjaga cita rasa yang dihasilkan serta perusahaan kopi dan cafe bisa turut memperkenalkan kopi Jatim agar lebih terkenal lagi," ujarnya.

Wakil Ketua Panita East Java Coffee, Luther Lie menambahkan, di ajang yang bakal dijadikan agenda tahunan itu akan akan sejumlah kompetisi, yakni Barista Championship, Brewers Championship, serta Latte Art Championship.

"Sudah ada 80 peserta kompetisi yang akan ikut meramaikan acara ini, mereka akan memperebutkan hadiah juara 1 cash money Rp1,5 juta dan coffee trip ke Kuala Lumpur selama 3 hari 2 malam," ujarnya.

Dia menambahkan, selama acara festival, bakal ada talk show yang diisi Mikael Jasin, seorang barista asal Jakarta yang sukses di Australia dan telah 2 kali juara lomba kopi di Australian Coffee ans Good Spirit. Juga akan ada beragam pembelajaran bagi masyarakat umum yang mau berbisnis kafe dan menjadi barista oleh Jimmy Halim,  runner up Indonesia Barista Championship 2017, yang juga selaku Ketua Panitia di East Java Coffee Show kali ini. kbc7

Bagikan artikel ini: