Bekraf bagi-bagi ilmu bisnis kreatif ke UMKM Banyuwangi

Sabtu, 23 September 2017 | 12:18 WIB ET
Kepala Bekraf Triawan Munaf dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas
Kepala Bekraf Triawan Munaf dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas

KOLABORASI antara Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Pemkab Banyuwangi untuk mengembangkan usaha kreatif berbasis desa di daerah tersebut terus berlanjut. Melalui program Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara (Ikkon), Bekraf intens membagi pengalaman dan ilmu mengembangkan bisnis kreatif ke usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Banyuwangi.

Selain intens mendampingi UMKM, Bekraf juga menggelar workshop bisnis kreatif yang melibatkan mahasiswa, komunitas, dan para pelaku UMKM. Acara digelar di Rumah Kreatif Banyuwangi selama tiga hari, 19-22 September 2017. Rumah Kreatif sendiri adalah pusat kreasi bagi UMKM Banyuwangi sekaligus markas situs belanja online banyuwangi-mall.com.

Mentor Ikkon Banyuwangi, Damang Sarumpaet, mengatakan, tiap hari para pelaku UMKM, komunitas, maupun anak muda yang berminat memulai bisnis kreatif diberi beragam materi, mulai pembuatan konten menarik untuk promosi di media sosial, strategi pengembangan kemasan produk untuk daya saing, serta pembuatan foto dan video produk kemasan untuk membantu pemasaran.

”Kami juga kenalkan materi tentang creativepreneur, bagaimana pelaku usaha secara kreatif membuat ekosistem yang mampu mendukung bisnisnya. Materi-materi ini kami desainkan untuk UMKM agar mereka terus berkembang,” ujar Damang.

Dia mencontohkan materi pembuatan konten tulisan atau copywriting yang sangat bermanfaat bagi UMKM ketika mempromosikan produknya di media sosial.

”Di sesi fotografi, kami juga akan mengajak peserta belajar memotret dan membuat video produk, serta pendokumentasian produk. Tidak harus punya kamera mahal, bisa juga dengan kamera di handphone,” jelas Damang seperti dikutip Antara.

Damang menambahkan, kegiatan ini merupakan rangkain program Ikkon Bekraf di Banyuwangi yang telah berjalan selama tiga bulan terakhir. Sebanyak 14 praktisi dari berbagai disiplin ilmu melakukan pendampingan untuk mengembangkan ekraf di Banyuwangi. Mereka ada yang arsitek, antropolog, desainer interior, desainer tekstil, hingga desainer produk.    

”Saat ini  kami sudah di tahapan purwarupa (prototyping), setelah melakukan survei dan pemetaan potensi sebulan lalu. Setelah itu kita akan melakukan produksi sejumlah produk untuk kemudian dipamerkan bersama. Harapan kami, ini bisa memicu dan mempengaruhi UMKM untuk mengembangkan kreativitasnya pula," kata Damang.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas Anas berterima kasih kepada pemerintah pusat yang terus berkomitmen mengembangkan ekonomi kreatif UMKM daerah berbasis desa.

”Ini adalah bentuk sinergi pusat dengan daerah. UMKM daerah bisa mendapatkan ilmu yang tentunya akan meningkatkan daya saing pelaku ekonomi kreatif di daerah, sehingga bisa kompetitif dengan produk pelaku ekonomi kreatif kota besar yang telah mapan secara SDM dan infrastruktur," pungkas Anas. kbc3

Bagikan artikel ini: