Jamu Iboe aktif tularkan jiwa entrepreneur ke mahasiswa

Senin, 25 September 2017 | 18:49 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Jamu masih dipersepsi oleh generasi muda sebagai produk kuno, pahit dan ketinggalan jaman. Mereka lebih mengenal istilah herbal/supplement. Padahal jamu merupakan salah satu produk budaya bangsa Indonesia yang perlu untuk terus di pertahankan. Jamu adalah brand asli Indonesia. 

Namun seiring dengan perkembangan kebutuhan dan tren pasar, kini tampilan jamu menjadi lebih menarik, rasanya segar dan enak, bahkan tidak pahit, tapi masih berkhasiat. 

Sebagai langkah inovasi dan hal yang baru, tentu banyak tantangan yang dihadapi untuk bisa menembus pasar.

Berdasar kenyataan itu, Jamu Iboe berkomitmen untuk meregenerasi produk dan konsumennya. Jamu Iboe berupaya untuk memposisikan minuman jamu sebagai bagian dari gaya hidup sehat masyarakat modern. Edukasi kepada masyarakat terus dilakukan untuk membudayakan minum jamu khususnya di kalangan generasi muda.

Product Group Manager PT Jamu Iboe Jaya, Perry Anglishartono mengatakan, guna lebih mengedukasi masyarakat khususnya anak muda, pihaknya bekerja sama dengan Training Pemasaran.com dan perguruan tinggi di Surabaya dan sekitarnya berupa program entrepreneurship dengan tema “Stop Promotion - Start Communication”. 

"Ini merupakan program berbentuk kompetisi memasarkan produk Jamu IBOE yaitu Iboe Natural Drink di dalam dan di luar kampus," katanya di sela acara “Stop Promotion - Start Communication” di kampus Universitas Surabaya, Sabtu (23/9/2017).

 

Menurutnya, peserta dalam event ini berasal dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Surabaya dan berbentuk tim yang terdiri dari 3 orang mahasiswa/mahasiswi.

"Penilaian dari event ini dibagi menjadi dua, yaitu selling dan non selling. Penilaian selling terdiri dari aktivitas hard selling yaitu dengan menjual produk kepada enduser di dalam universitas, sekolah dasar, lingkungan rumah, warung kopi, dan lain-lain. Dan juga selling via instagram," jelas Perry.

Penilaian untuk kategori non selling yaitu activity yang biasa dilakukan di instagram seperti upload foto, tag foto ke teman-teman, pemasangan caption, jumlah  like dari foto yang diupload juga masuk dalam kategori penilaian juri. 

"Tujuan dari kompetisi ini adalah untuk numbuhkan spirit of entrepreneur dikalangan mahasiswa, juga meningkatkan kemampuan soft skill mahasiswa agar lebih percaya diri," ucapnya.

Untuk bisa mengikuti kegiatan ini, peserta hanya dikenai joint fee, dimana setiap tim akan mendapatkan paket produk Jamu IBOE – IBOE Natural Drink juga aneka material promosi yang bisa digunakan untuk membantu aktivitas pemasaran oleh masing-masing tim. Pemenang dari event ini akan mendapatkan hadiah total sebesar Rp 7.500.000.

"Kami berharap program ini mampu meningkatkan brand awareness Jamu IBOE ke generasi muda & membuat mereka untuk lebih mengenal serta mencintai jamu dan juga untuk membantu memberikan pendidikan dan menumbuhkan jiwa entrepreneur ke generasi muda," pungkasnya. kbc7

Bagikan artikel ini: