Bos Crown Group dukung pembangunan infrastruktur oleh pemerintah RI

Senin, 25 September 2017 | 21:45 WIB ET
Iwan Sunito
Iwan Sunito

SURABAYA, kabarbisnis.com: Digenjotnya proyek pembangunan infrastruktur oleh pemerintah di sejumlah daerah disambut gembira para pelaku usaha, termasuk Iwan Sunito, CEO dan Komisaris Crown Group, sebuah perusahaan pengembang yang berbasis di Sydney.

“Ini merupakan kebijakan tepat yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia yang melakukan percepatan pembangunan Infrastruktur di Indonesia, khususnya di Jakarta," kata Iwan Sunito di sela kunjungan satu harinya di Indonesia ketika diundang menjadi narasumber sebuah acara Talk Show di salah satu televisi swasta nasional, baru-baru ini.

Diakuinya, meski bertujuan untuk menjawab permasalahan transportasi di Ibukota Negara, namun menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut juga berdampak pada percepatan pertumbuhan hunian di Jakarta.

“Kita bisa melihat sudah mulai banyak hunian vertikal yang tumbuh disepanjang jalur MRT dan LRT yang rencananya akan beroperasi tahun 2019," ujar Iwan.

Menurut dia, hunian vertikal semacam ini melahirkan tren baru dalam pembangunan hunian, dimana para pengembang berlomba untuk membangun hunian vertikal yang terintegrasi dengan fasilitas transportasi masal dan hal itu akan mendorong percepatan pertumbuhan sektor properti di Indonesia.

“Perlu juga diingat perihal laporan oleh departemen ekonomi dan sosial PBB pada tahun 2014 mengenai tren urbanisasi global, memproyeksikan bahwa 66% penduduk dunia akan tinggal di daerah urban pada tahun 2050. Sebuah lonjakan yang sangat tinggi jika membandingkan presentase penduduk Dunia yang tinggal di daerah perkotaan pada tahun 1950 yang hanya mencapai 30%," tukas Iwan.

Ditambahkannya, sebuah konsep yang mungkin tidak akan laku terjual pada 20 atau 30 tahun lalu, dimana semua orang menghindari memiliki hunian yang berdekatan dengan jalur kereta.

Iwan Sunito juga membandingkan apa yang sedang dilakukan pemerintah Indonesia saat ini dengan kondisi Australia pada umumnya.

“Jika kita bandingkan dengan Australia, situasi yang dihadapi oleh Indonesia dalam beberapa aspek sangatlah mirip, meskipun Australia sudah melakukannya lebih awal," jelasnya.

Dia pun mencontohkan, sejak Australia, khususnya pemerintah negara bagian NSW melakukan kebijakan pembangunan infrastruktur, banyak sekali pemukiman baru yang muncul, baik itu hunian tapak ataupun vertikal yang tumbuh disepanjang jalur transportasi.

“Sehingga saat ini kota Sydney diibaratkan menjadi sebuah jaringan laba-laba raksasa yang menghubungkan semua daerah dengan pusat kota," kata Iwan.

Kondisi itu diakuinya menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan industri properti di Sydney hingga saat ini. Sebagai pelaku dalam industri properti, pihaknya menyambut gembira dengan kebijakan yang dilakukan pemerintah Indonesia.

“Hal ini akan berdampak positif bukan saja untuk industri properti nasional namun juga untuk masyarakat umum dimana waktu tempuh yang dibutuhkan dari rumah ke kantor maupun sebaliknya akan jauh lebih cepat dan efisien sehingga akan membuat kualitas kehidupan masyarakat menjadi lebih baik," pungkasnya. kbc7

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: