Pengembang akui segmen menengah ke atas lagi letoy

Rabu, 27 September 2017 | 12:22 WIB ET

SEMARANG, kabarbisnis.com: Pengembang perumahan di daerah mengakui daya beli masyarakat terhadap properti, khususnya untuk segmen menengah ke atas, cenderung melemah.

"Bisa dilihat dari hasil penjualan properti dalam pameran Property Semarang Expo yang mengalami penurunan," kata Marketing Manager Graha Candi Golf Semarang, Wibowo Tedjosukmono, seperti dikutip Antara.

Wibowo menyebutkan, pihaknya hanya membukukan penjualan sebanyak 29 unit dari target yang diharapkan bisa mencapai 70 unit rumah. Dalam pameran ini, lanjut dia, pihaknya memang menyasar kalangan masyarakat menengah ke atas dengan menghadirkan perumahan dengan rentang harga mulai Rp 500 juta hingga Rp1 miliar.

"Dibanding gelaran pameran yang keenam dan kelima memang turun. Pada pameran kami di Java Mal bisa terjual 64 unit rumah, kemudian berikutnya di Mal Citraland terjual 56 unit rumah," katanya.

Berbeda dengan gelaran pameran kali ini, kata dia, dua gelaran Property Semarang Expo sebelumnya tidak hanya menyasar kalangan menengah atas, melainkan kombinasi menengah bawah dan atas.

"Artinya, daya beli masyarakat menengah ke atas memang sedang tidak stabil, sementara untuk kalangan menengah ke bawah dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tidak terpengaruh," jelasnya.

Meski demikian, Wibowo mengaku belum bisa memastikan penyebab rendahnya daya beli masyarakat menengah ke atas terhadap properti, sebab semua indikator pendukung juga tidak mengalami perubahan.

"Kalau tahun lalu lebih tinggi, tahun ini yang agak turun. Khusus (pameran) yang ketujuh tahun ini yang paling rendah. Padahal, tidak ada even yang memengaruhi, kebijakan pemerintah juga tidak masalah," katanya.

Bahkan, kata dia, suku bunga sekarang ini cenderung turun dan stabil di angka 6,75 persen, sementara biasanya suku bunga berada di kisaran 8,5 persen dengan fixed rate atau rentang suku bunga tetap hingga tiga tahun.

"Semuanya merata rendah penjualannya. Bahkan, ada yang tidak terjual. Dari 29 unit yang terjual, sekitar 11-12 persennya apartemen. Ya, ini jadi evaluasi kami untuk gelaran selanjutnya," ujarnya. kbc3

Bagikan artikel ini: